Astrofisikawan, kosmolog, dan penyair asal Prancis, Jean-Pierre Luminet, meluncurkan antologi monumental berjudul 'Les origines du monde' (The Origins of the World).

Buku ini mengumpulkan perdebatan filosofis, makalah ilmiah, dan karya puisi dari berbagai zaman untuk menjawab pertanyaan kuno tentang asal usul alam semesta.

>>> 3 Zodiak yang Meraih Kesuksesan 16 Juli 2026, Peluang Emas di Depan Mata

Antara Kosmos dan Puisi: Lahirnya Proyek

Proyek ini dimulai pada 2013 ketika penerbit Bouquins mendekati Luminet. Penerbit menyadari koleksi historisnya hanya memuat sedikit teks sains dan menginginkan antologi komprehensif.

Luminet mengusulkan perluasan bukunya tahun 1996, 'Poets and the Universe', menjadi eksplorasi kosmogoni yang lebih luas—teori ilmiah dan mitologis tentang asal usul alam semesta.

Ia ingin mendokumentasikan bagaimana umat manusia menggunakan beragam sistem bahasa untuk membayangkan awal waktu.

Antologi ini dibagi menjadi empat area yang menunjukkan bagaimana mitos kuno, filsafat alam, matematika modern, dan sastra kreatif saling bergema.

Tugas Raksasa dalam Kurasi

Menyaring ribuan tahun pemikiran manusia bukanlah perkara mudah. Dalam beberapa minggu setelah pertemuan dengan penerbit, Luminet menyusun daftar utama sekitar seratus penulis besar.

Ia menghabiskan bertahun-tahun mengkalibrasi kutipan, memverifikasi terjemahan, dan menulis komentar ekstensif. Penerbit memberikan tenggat waktu yang fleksibel, sehingga kosmolog ini sempat menerbitkan belasan buku lain di antaranya.

Meski fleksibel, realitas editorial memaksa pengambilan keputusan sulit.

Antologi akhir setebal 1.000 halaman, namun itu hanya fragmen dari karya yang seharusnya melebihi 10.000 halaman.

Luminet membaca karya klasik fundamental seperti 'Timaeus' karya Plato, 'On the Nature of Things' karya Lucretius, 'Metamorphoses' karya Ovid, dan 'Eureka' karya Edgar Allan Poe secara utuh.