Namun, risalah filosofis lainnya sangat padat.

Untuk menyertakan polymath Swedia abad ke-18 Emanuel Swedenborg, Luminet harus menerjemahkan sendiri teks Latin karena tidak ada edisi Prancis.

Ia juga menaklukkan 'Process and Reality' karya Alfred North Whitehead yang terkenal sulit.

Proses kompilasi juga memungkinkan Luminet menghidupkan kembali tokoh sejarah yang terlupakan.

Dengan membaca 'Les hypothèses cosmogoniques' karya Henri Poincaré (1911), ia menemukan astronom terabaikan seperti Hervé Faye, Charles Wolf, dan Félix de Ligondès.

Pada abad ke-19, para peneliti ini menantang hipotesis nebula Pierre-Simon Laplace untuk menjelaskan pengamatan planet baru.

>>> Biaya Perbaikan Mobil Listrik Bekas Terbesar Bukan Baterai, Ini Temuan Riset

Luminet juga menghidupkan kembali 'Telliamed', risalah radikal tahun 1748 oleh naturalis Prancis Benoît de Maillet.

Buku itu mengusulkan konsep evolusi puluhan tahun sebelum Jean-Baptiste Lamarck dan Charles Darwin, sehingga penerbit anumerta menyensor teksnya untuk menghindari tuduhan bidah.

Penghilangan Sengaja dan Batas Kosmik

Tidak ada antologi yang bisa memuat segalanya. Kendala editorial seperti biaya hak cipta menentukan beberapa penghilangan.

Untuk tokoh lain, pengecualian bersifat konseptual.

Luminet tidak menyertakan fisikawan Rusia Viktor Safronov, meskipun model tata suryanya yang dirintis pada 1969 diterjemahkan NASA ke bahasa Inggris pada 1972.

Ia juga mengabaikan Stephen Hawking dan Roger Penrose.

Luminet menjelaskan bahwa fisikawan modern ini sebenarnya melampaui konsep tradisional tentang awal kosmik.

Proposal tanpa batas Hawking dan kosmologi siklik konformal Penrose menunjukkan alam semesta tanpa titik asal tunggal.

Sebagai gantinya, Luminet memilih teks Andrei Linde, Alexander Vilenkin, dan Carlo Rovelli untuk mewakili teori gravitasi kuantum modern.

Pikiran Asing dan Visioner

Meskipun pers Prancis arus utama sebagian besar mengabaikan buku setebal 1.000 halaman ini saat dirilis, para pembaca menyambutnya dengan antusias.