Kurang Sinar Matahari Bisa Bikin Susah Tidur, Ini Penjelasan Dokter
Masalahnya, gaya hidup modern membuat banyak orang menghabiskan hampir seluruh waktunya di dalam gedung.
Aktivitas bekerja di kantor, belajar, hingga berada di pusat perbelanjaan membuat paparan sinar matahari semakin minim.
Belum lagi kebiasaan menggunakan gawai hingga larut malam.
>>> Pemain Diablo 4 Sebut Season 14 Lelucon, Drop Rate Mythic Uniques Masih Buruk
Cahaya biru (blue light) dari layar ponsel, tablet, maupun komputer memberi sinyal kepada otak seolah hari masih siang.
Akibatnya, produksi melatonin tertunda sehingga seseorang lebih sulit mengantuk, waktu tidur bergeser lebih larut, dan kualitas tidur menurun.
Temuan dalam jurnal Lighting Research & Technology juga menunjukkan bahwa lingkungan dengan minim cahaya alami dapat mengganggu sinkronisasi jam biologis tubuh.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini tidak hanya memengaruhi kualitas tidur, tetapi juga berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
Tidur Berkualitas Penting untuk Kesehatan
Rony menegaskan bahwa tidur bukan sekadar waktu tubuh beristirahat. Saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses pemulihan penting, mulai dari memperbaiki metabolisme hingga menjaga kesehatan jantung.
Karena itu, gangguan tidur yang terjadi terus-menerus dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.
"Produksi hormon melatonin yang terganggu akan memengaruhi siklus tidur kita dan itu sangat buruk di kemudian hari," kata Rony.
Untuk membantu menjaga ritme sirkadian tetap optimal, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan:
Luangkan waktu terpapar sinar matahari pada pagi hingga siang hari selama sekitar 15-30 menit.
Kurangi penggunaan gawai menjelang waktu tidur untuk meminimalkan paparan blue light.
Pertahankan jadwal tidur dan bangun yang konsisten setiap hari.
Perbanyak aktivitas di luar ruangan jika memungkinkan.
Memperbaiki kualitas tidur tidak selalu harus dimulai dengan obat atau suplemen.
>>> AS Serang Target Militer Iran di Pulau Tunb Besar, Trump Ancang-Ancam Eskalasi
Kebiasaan sederhana seperti rutin mendapatkan paparan sinar matahari pada pagi hingga siang hari dapat membantu tubuh mengenali kapan waktunya tetap terjaga dan kapan saatnya beristirahat.
Update Terbaru
Travis Scott Tampil Beda di Premiere 'The Odyssey' dengan Setelan Ramping
Rabu / 15-07-2026, 23:46 WIB
Kate Upton dan Justin Verlander Tampil Langka Bersama Keluarga di MLB All-Star Game
Rabu / 15-07-2026, 23:46 WIB
Rekaman 911: Mantan Istri Eminem Coba Bunuh Diri Sebelum Dilarikan ke RS
Rabu / 15-07-2026, 23:46 WIB
Conor McGregor Rayakan Ulang Tahun ke-38 dengan Semangat Usai Cedera UFC
Rabu / 15-07-2026, 23:46 WIB
Gibran Naik Perahu Klotok Tinjau Proyek Jembatan Way Bungur Lampung
Rabu / 15-07-2026, 23:45 WIB
Kadin Minta Kepastian Aturan DSI Agar Tak Ganggu Ekspor Komoditas
Rabu / 15-07-2026, 23:45 WIB
Gandeng Danantara, Menpar Bakal Bangun Tempat Konser Kelas Dunia
Rabu / 15-07-2026, 23:45 WIB
Jadwal Indonesia vs Kamboja di SEA V Cup 2026: Kapan dan Tayang di Mana?
Rabu / 15-07-2026, 23:45 WIB
AHY dan Merry Riana Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Ratusan Ojol di GBK
Rabu / 15-07-2026, 23:43 WIB
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
Rabu / 15-07-2026, 23:42 WIB
Rocky Balboa (2006): Kembalinya Legenda Tinju ke Ring
Rabu / 15-07-2026, 23:42 WIB
Volvo Dikabarkan Akan Kembali Jual Sedan dan Wagon di AS
Rabu / 15-07-2026, 23:42 WIB
Zulhas Minta Waktu Sebulan Benahi Program Makan Bergizi Gratis
Rabu / 15-07-2026, 23:42 WIB
Kapal Angkut 19 Orang Tenggelam di Teluk San Francisco, 1 Tewas
Rabu / 15-07-2026, 23:42 WIB







