Komite Olimpiade Internasional (IOC) menerima laporan yang mendesak penyelidikan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, atas dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik.

Laporan diajukan oleh lembaga advokasi nirlaba FairSquare.

>>> Zulhas Minta Waktu Sebulan Benahi Program Makan Bergizi Gratis

Organisasi itu menuding Infantino berulang kali melanggar kode etik melalui tindakan yang menunjukkan keberpihakan kepada Presiden AS Donald Trump.

Salah satu poin utama adalah dugaan keterlibatan Infantino dalam penangguhan hukuman kartu merah penyerang AS, Folarin Balogun, pada Piala Dunia 2026.

Balogun menerima kartu merah langsung saat melawan Bosnia-Herzegovina. Namun, ia tetap tampil di babak 16 besar setelah FIFA menangguhkan hukumannya dengan masa percobaan satu tahun.

Keputusan itu memicu kontroversi karena Trump sebelumnya secara terbuka meminta hukuman Balogun dibatalkan. Infantino mengakui menerima panggilan telepon dari Trump, tetapi membantah mengintervensi proses hukum FIFA.

>>> Kapal Angkut 19 Orang Tenggelam di Teluk San Francisco, 1 Tewas

Trump memuji keputusan FIFA dan menyebut kartu merah Balogun sebagai keputusan wasit yang keliru. Infantino menegaskan Komite Yudisial FIFA mengambil keputusan secara independen.

FairSquare Soroti Kedekatan Infantino dengan Trump

FairSquare mempertanyakan integritas Infantino sebagai anggota IOC sejak 2020. Sebagai anggota IOC, ia wajib mematuhi Piagam Olimpiade yang melarang dukungan politik terbuka.

FairSquare mengklaim telah mengumpulkan bukti sedikitnya lima dugaan pelanggaran netralitas politik oleh Infantino dalam setahun terakhir.

Selain kasus Balogun, laporan juga menyoroti dugaan promosi situs penggemar FIFA yang terkait dengan pengumpulan data untuk entitas politik berafiliasi dengan Trump.

>>> KPK: Eks Jaksa di Tim Khusus Kasus Febrie Punya Kompetensi

IOC berwenang memberikan sanksi hingga mencabut status keanggotaan Infantino jika terbukti melanggar kode etik dan Piagam Olimpiade.