Kelompok hak asasi manusia FairSquare mengajukan keluhan resmi ke Komite Olimpiade Internasional (IOC) terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino pada Selasa pagi.

Langkah ini menyusul kontroversi pembatalan skors satu pertandingan otomatis yang dijatuhkan kepada striker Amerika Serikat, Folarin Balogun.

>>> MLB All-Star Break: Satu Angka yang Mendefinisikan Paruh Pertama Musim untuk 30 Tim

Balogun mendapat kartu merah saat melawan Bosnia dan Herzegovina, tetapi skorsnya ditangguhkan setahun oleh komite disiplin FIFA sehingga ia bisa bermain di babak 16 besar melawan Belgia.

Presiden AS Donald Trump mengakui telah campur tangan pribadi untuk Balogun dan tuan rumah turnamen, memicu tuduhan bahwa Infantino melanggar kode etik Olimpiade tentang netralitas politik.

Balogun mengaku terkejut dengan keputusan tersebut dan menyadari kontroversi yang ditimbulkan.

"Reaksi awal saya senang bisa kembali ke tim, tetapi saat mulai merenung, saya tahu ini akan menimbulkan banyak kontroversi," ujar Balogun dalam wawancara media.

Ia menambahkan bahwa tekanan eksternal mulai memengaruhi tim menjelang pertandingan knockout berikutnya.

Insiden di lapangan bermula dari tekel terhadap pemain lawan Tarik Muharemovic, yang dibantah Balogun sebagai pelanggaran keras.

>>> Persahabatan Bellingham dan Haaland di Tengah Persaingan Klub Besar dan Piala Dunia

"Saya kaget. Itu bukan tekel.

Saya benar-benar kaget, Anda bisa lihat reaksi saya," kata Balogun.

Ia menegaskan bahwa tindakan disipliner tidak sesuai dengan sifat permainan.

Menurut laporan The Times, ketua komite disiplin Mohammad Al Kamali membuat keputusan sepihak untuk menangguhkan larangan tanpa berkonsultasi dengan arbiter lain, menyimpang dari protokol FIFA.

FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai dasar hukum atau prosedural pembatalan tersebut.

Pengajuan FairSquare merinci lima pelanggaran aturan netralitas politik dan dua pelanggaran etika besar lainnya oleh Infantino, yang bergabung dengan IOC pada 2020.

>>> Milania Giudice Dekat dengan Keluarga Joe Usai Ditangkap karena Penganiayaan

Dorongan akuntabilitas semakin kuat setelah 50 anggota Parlemen Eropa menandatangani surat bersama pada 29 Juni yang mendesak komite etika FIFA menyelesaikan keluhan ini secara formal.