FIFA kembali menjadi sorotan setelah keputusan kontroversial terkait sanksi pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Langkah ini dinilai mengancam kredibilitas olahraga dan memicu pertanyaan tentang netralitas badan sepak bola dunia.

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 13 - 19 Juli 2026

Menurut laporan The Guardian, Presiden FIFA Gianni Infantino memutuskan untuk membatalkan sanksi disiplin terhadap Balogun.

Keputusan ini diambil tanpa melalui proses banding resmi yang menyatakan bahwa kartu merah yang diterima Balogun tidak tepat.

Tindakan tersebut menimbulkan kesan adanya keadilan yang sewenang-wenang demi menguntungkan tuan rumah. Banyak pihak menilai intervensi ini sebagai bentuk favoritisme korporat dan bias institusional dalam FIFA.

Kekhawatiran atas Integritas Turnamen

Struktur turnamen saat ini dinilai sukses melindungi empat tim unggulan tertinggi. Hal ini menghasilkan perempat final yang didominasi oleh kekuatan sepak bola tradisional.

Meskipun persaingan Sepatu Emas masih menarik, banyak pengamat mempertanyakan apakah negara-negara besar mendapat keuntungan dari keputusan wasit yang halus.

Tujuannya diduga untuk mempertahankan jumlah penonton televisi.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 13 – 19 Juli 2026

Beberapa momen kontroversial lainnya juga mencuat.

Tantangan Lionel Messi terhadap Aljazair yang tidak diganjar kartu merah, serta intervensi VAR yang dianggap menguntungkan Argentina saat melawan Austria, menjadi sorotan.

Standar wasit yang tidak konsisten juga memengaruhi pertandingan Mesir dan Prancis. Wasit dinilai membiarkan pelanggaran jelas atau mengabaikan simulasi yang terang-terangan.

Mencapai standar seragam untuk 52 wasit global memang rumit. Namun, intervensi institusional dari pimpinan justru memperkuat teori konspirasi penggemar tentang kecurangan dalam pertandingan modern.

FIFA sebelumnya juga mendapat kritik serupa. Badan tersebut mengubah proses kualifikasi Piala Dunia Antarklub untuk memastikan partisipasi Inter Miami dan Lionel Messi.

Selain itu, FIFA menunda hukuman beberapa pertandingan untuk Cristiano Ronaldo pada kualifikasi sebelumnya. Hal ini semakin memperkuat persepsi bahwa pemain terkenal mendapat prioritas sistematis.

>>> Lamine Yamal Tebar Psywar ke Prancis Jelang Semifinal Piala Dunia 2026

Menjaga persepsi integritas struktural yang utuh sangat penting bagi kelangsungan olahraga internasional. Prioritas pemasaran administratif kini dinilai mengancam kepercayaan penggemar secara permanen.