FIFA secara resmi melarang wasit asal Inggris, Michael Oliver dan Anthony Taylor, untuk memimpin pertandingan yang melibatkan timnas Argentina pada Piala Dunia 2026.

Keputusan ini diumumkan pada 8 Juli 2026 dan didasarkan pada kerangka netralitas politik yang berakar dari Perang Falklands tahun 1982.

>>> Kingston Preyear Resmi Berkomitmen ke Alabama Football

Menurut laporan The Independent dan The New York Times, pertimbangan geopolitik mengharuskan ofisial dari Inggris dan Argentina tidak boleh memimpin pertandingan yang melibatkan satu sama lain.

Hal ini untuk mencegah persepsi bias yang mungkin muncul di lapangan.

Larangan ini berlaku sepanjang fase gugur, termasuk final jika Argentina atau Inggris lolos.

Kedua negara berada di sisi yang sama pada bagan turnamen, sehingga potensi benturan di partai puncak sangat mungkin terjadi.

>>> Taco Bell Tarik Bahan Baku Usai Wabah Diare Eksplosif

Konflik sejarah mengenai kedaulatan Kepulauan Falklands berlangsung selama 74 hari pada 1982.

Perang tersebut menewaskan 649 personel militer Argentina, 255 personel militer Inggris, dan tiga warga Kepulauan Falklands sebelum Argentina menyerah dan wilayah itu kembali ke kendali Inggris.

Tim yang dipimpin Kepala Wasit FIFA Pierluigi Collina membuat keputusan akhir soal alokasi wasit berdasarkan performa.

Namun, faktor geopolitik seperti sengketa Amerika Serikat-Iran juga turut dipertimbangkan.

>>> Ayaneo Konkr Pocket Advance: Remake Premium Game Boy Advance Diumumkan

Dengan adanya larangan ini, Oliver dan Taylor dipastikan tidak akan memimpin laga Argentina di Piala Dunia 2026.