Florida Fish and Wildlife Conservation Commission (FWC) meluncurkan Python Challenge 2026 pada Jumat, 10 Juli 2026. Kompetisi selama 10 hari ini bertujuan membasmi ular piton Burma invasif.

Hingga 7 Juli, lebih dari 600 pemburu telah mendaftar untuk ajang tahunan yang menawarkan total hadiah uang tunai sebesar $25.000.

>>> Cuaca Buruk Ganggu Persiapan ISCO Championship di Hurstbourne Country Club

FWC menekankan bahwa peserta harus mengikuti protokol etis yang ketat.

Pemburu yang terbukti membunuh ular secara tidak manusiawi akan langsung didiskualifikasi.

Pemenggalan kepala ular dilarang keras karena metabolisme reptil yang lambat membuat kepala yang terputus tetap sadar, menyebabkan kematian berkepanjangan.

Pemburu diwajibkan membuat ular tidak sadarkan diri terlebih dahulu sebelum menghancurkan otaknya secara manual.

"Ular mungkin tidak kehilangan kesadaran segera jika otaknya masih utuh, meskipun kepala terpisah dari tubuh," kata Lisa Thompson, juru bicara FWC.

Thompson menambahkan bahwa meskipun reptil non-asli tidak memiliki perlindungan hukum yang luas di Florida, undang-undang anti-kekejaman tetap mewajibkan metode eutanasia yang manusiawi.

"Ada kewajiban hukum dan etika untuk membunuh reptil non-asli secara manusiawi," ujarnya.

Populasi Baru di Charlotte County

Kompetisi berlangsung di delapan area perburuan yang ditentukan di Florida Selatan. Namun, para ahli satwa liar semakin khawatir dengan munculnya kelompok ular di luar zona utama.

Pejabat negara bagian mengidentifikasi populasi ular piton yang mapan di utara Charlotte Harbor Preserve State Park.

Data dari Early Detection and Distribution Mapping System menunjukkan 78 ular piton telah tercatat di Charlotte County, dengan 61% laporan terjadi sejak 2024.

Pejabat menduga populasi utara ini berasal dari hewan peliharaan yang kabur atau dilepaskan, bukan migrasi alami.