Beberapa peserta memilih untuk terus menggunakan sistem adaptif lebih dari setahun setelah uji coba resmi berakhir.

Uji coba juga mengungkapkan bahwa sinyal berjalan paling berguna berasal dari area otak yang berbeda pada tiap pasien, menunjukkan perlunya personalisasi sistem.

Menuju Terapi Otak Adaptif Waktu Nyata

Meskipun jumlah peserta terbatas, penelitian ini berhasil mendemonstrasikan kemampuan yang sebelumnya sulit dicapai oleh DBS adaptif.

Sistem lama biasanya menyesuaikan level stimulasi secara perlahan selama berjam-jam atau berhari-hari, sedangkan sistem baru merespons gerakan fisik pasien langkah demi langkah.

>>> Pemerintah Setujui Skema Manufaktur Ponsel Rp 62.500 Crore

Para peneliti melihat studi ini sebagai langkah awal menuju implan loop tertutup sejati yang memantau aktivitas otak dan memberikan terapi hanya saat dibutuhkan.