Kasus ini lebih banyak ditemukan pada pasien yang menjalani cuci darah (67,6 persen) dibandingkan perawatan konservatif (42,1 persen).

Bekas Garukan dan Risiko Infeksi

Rasa gatal yang tak tertahankan membuat pasien sering menggaruk kulit hingga menimbulkan luka, bekas garukan, dan lesi kulit.

Jika dibiarkan, garukan terus-menerus bisa menyebabkan kulit pecah-pecah, peningkatan risiko infeksi bakteri, dan gangguan tidur yang parah.

Untuk mengatasi siklus gatal-garuk, diperlukan kolaborasi antara dokter spesialis ginjal dan dokter spesialis kulit. Terapi khusus seperti fototerapi UVB, krim obat, hingga perawatan gatal yang ditargetkan bisa diberikan.

Mengapa Ginjal Rusak Bikin Kulit Gatal?

Para ahli masih meneliti mekanisme pasti di balik gatal-gatal terkait ginjal. Namun, National Kidney Foundation memaparkan beberapa faktor pemicu yang diduga saling berkaitan.

Penumpukan racun akibat ginjal yang tidak mampu menyaring darah dengan optimal menjadi salah satu penyebab.

Selain itu, respons imun berlebih, gangguan saraf, dan proses dialisis yang belum optimal juga berperan.

Para pakar menekankan bahwa masalah kulit pada pasien ginjal adalah indikator klinis yang sangat penting.

>>> Harga Serum Viva untuk Flek Hitam dan Cara Pakai yang Benar

Kondisi kulit mencerminkan seberapa parah kerusakan organ ginjal dan seberapa efektif pengobatan yang dijalani.