Penyakit ginjal sering kali tidak menunjukkan gejala di awal, namun tanda kerusakan ginjal stadium lanjut bisa terlihat dari perubahan pada kulit.

American Academy of Dermatology (AAD) menyebutkan bahwa kulit gatal hingga sangat kering merupakan salah satu gejala klinis yang paling sering ditemukan pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) stadium lanjut.

>>> OpenAI Dikabarkan Siapkan Perangkat Pertama Berupa Speaker Tanpa Layar

Gejala pada kulit ini bukan sekadar masalah estetika, melainkan sinyal bahaya dari tubuh yang perlu diwaspadai.

Gatal Parah yang Menyiksa

Rasa gatal ekstrem adalah tanda bahaya paling umum pada pasien ginjal. Kondisi ini dikenal sebagai pruritus terkait Chronic Kidney Disease (CKD) atau penyakit ginjal kronis.

Sensasi gatal bisa berkisar dari ringan hingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Seorang pasien bernama Jen menggambarkannya seperti 'ditusuk jarum di dalam kulit'.

Sentuhan ringan pun bisa memicu rasa gatal, dan menggaruk justru memperparah kondisi. Rasa gatal ini bahkan bisa menyebar ke seluruh tubuh tanpa peringatan.

Kulit Sangat Kering dan Bersisik

Selain gatal, kulit yang sangat kering atau xerosis juga menjadi penanda utama penyakit ginjal stadium lanjut.

Kekeringan ini terjadi akibat menyusutnya kelenjar keringat dan kelenjar minyak seiring memburuknya fungsi ginjal. Akibatnya, pelindung alami kulit melemah dan pasien rentan terkena iritasi serta infeksi.

Pada pasien penyakit ginjal stadium akhir yang menjalani dialisis atau transplantasi, kulit bisa menjadi sangat kering hingga membentuk pola kasar seperti sisik ikan.

Sebuah studi terhadap 103 anak dengan penyakit ginjal kronis menunjukkan bahwa kulit kering dialami oleh sebagian besar partisipan.

>>> BAF Tanam 20 Ribu Mangrove di Jawa Tengah, Lanjutkan Gerakan Hijau