Saham Microsoft Corporation mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun ini. Pada 14 Juli 2026, harga sahamnya tercatat $392,17, turun 20,02% secara year-to-date.

Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya belanja modal untuk kecerdasan buatan (AI) yang menekan margin keuntungan. Meskipun pertumbuhan perangkat lunak mencapai rekor, tekanan finansial tetap membayangi.

>>> Saham Nebius dan IREN Anjlok Akibat Strategi Komputasi Meta

Microsoft menaikkan perkiraan belanja modal untuk tahun kalender 2026 menjadi sekitar $190 miliar. Angka ini naik drastis setelah belanja modal kuartalan melonjak 84,39% menjadi $30,88 miliar.

Lonjakan belanja tersebut menurunkan arus kas bebas perusahaan menjadi $15,8 miliar. Namun, sektor AI Microsoft justru mencatat pertumbuhan tiga digit.

Kewajiban kinerja komersial yang tersisa mencapai $627 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan tahunan berulang (ARR) dari bisnis AI juga melampaui $37 miliar, naik 123%.

Pertumbuhan AI dan Copilot

CEO Microsoft Satya Nadella menyatakan bahwa bisnis AI perusahaan telah melampaui $37 miliar ARR dengan pertumbuhan 123%.

>>> Scottie Scheffler Tak Peduli Warisan Golf, Fokus pada Open Championship

Ia menekankan bahwa transformasi teknologi besar sedang terjadi seiring perluasan asisten digital.

Nadella juga mengatakan bahwa saat ini merupakan awal dari salah satu pergeseran platform paling penting yang akan mengubah seluruh tumpukan teknologi seiring proliferasi agen AI.

Microsoft melaporkan penambahan 20 juta kursi berbayar untuk Microsoft 365 Copilot, meningkat 250% secara tahunan. Sementara itu, Microsoft Cloud mencatat pendapatan kuartalan sebesar $54 miliar.

>>> Chipotle Dikritik Saat Buka Restoran Pertama di Meksiko

Meskipun pertumbuhan AI dan cloud sangat kuat, belanja modal yang besar tetap menjadi kekhawatiran utama investor. Margin yang tertekan membuat harga saham terus tertekan.