Yamal juga meluruskan pernyataannya yang sempat diartikan sebagai ancaman ke Prancis. "Saya ditanya apakah takut pada Prancis, dan saya jawab tidak.

>>> AS Kembali Serang Iran dan Terapkan Blokade Selat Hormuz

Kami juara Eropa. Ini hanya sepak bola."

Soal hadiah ulang tahun, pemain Barcelona itu menyebut lolos ke final di New York adalah yang terbaik. "Saya belum banyak menerima kado.

Kado terbaik adalah menang pada Selasa dan pergi ke New York."

Yamal tetap tenang menghadapi tekanan semifinal. "Ada situasi yang jauh lebih sulit dalam hidup daripada pertandingan sepak bola, jadi saya tenang.

Saya tidak merasa tekanan berlebih."

Mengenai gol pribadinya di turnamen, ia siap menghadapi pertahanan Prancis. "Saya tidak fokus pada gol, tapi selalu istimewa mencetak gol di laga seperti ini.

Saya menerima tantangan."

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, yang mengakhiri masa baktinya selama 14 tahun, mengakui Spanyol sebagai favorit. "Kami tahu ini mungkin pertandingan spektakuler.

Jika Anda lihat apa yang mereka lakukan, mereka telah mengonfirmasi sebagai favorit."

Gelandang Prancis, Warren Zaire-Emery, percaya diri menghadapi siapa pun. "Kami adalah tim nasional Prancis.

Kami tidak takut pada siapa pun."

Di semifinal lain, Argentina bersiap melawan Inggris. Kapten Argentina, Lionel Messi, merefleksikan sulitnya mempertahankan performa puncak.

"Grup ini telah membiasakan orang melakukan hal yang tidak normal. Tidak mudah menjadi juara dunia, memenangkan segalanya, dan terus bersaing di level tertinggi."

Striker Inggris, Harry Kane, menyatakan tekad timnya untuk merebut trofi. "Kami ingin melewati garis akhir.

>>> KPK Rampungkan Penyidikan 3 Tersangka Kasus Haji Selain Yaqut

Itu adalah bagian yang hilang sekarang."