Berasnya pemerintah, berasnya rakyat, maksudnya seperti itu," ujarnya.

Menurut Rizal, penamaan Beras Kita dipilih agar lebih mudah dikenali masyarakat, mengikuti pola penamaan produk pangan pemerintah seperti Minyakita dan Gula Manis Kita.

Sementara itu, Bulog bersama Perpadi tengah menyusun skema teknis pelaksanaan program, mulai dari mekanisme penyaluran, proses penggilingan, hingga pemanfaatan hasil samping pengolahan beras.

"Nanti kita akan buat rapat teknis minggu-minggu ini terkait skemanya seperti apa, teknis penggilingannya seperti apa, hasil sampingnya juga nanti seperti apa.

Itu akan didiskusikan bersama teman-teman Perpadi," ujar Rizal.

Sebelumnya, Bulog mengusulkan perubahan identitas beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi Beras Kita.

Tulisan SPHP tetap akan dicantumkan pada kemasan sebagai penanda program pemerintah, namun ukurannya lebih kecil.

Bulog juga menargetkan produksi sekitar 2 juta ton Beras Kita untuk pasar komersial setelah memperoleh persetujuan pemerintah.

>>> Bukan Manja, Ini Alasan Ilmiah Kucing Mengendus Wajah saat Anda Tidur

Untuk tahap awal, produk tersebut akan dipasarkan dalam kemasan 5 kilogram, sementara harga jualnya masih menunggu keputusan rakortas yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan.