Pertarungan hukum Park Yoo Chun dengan agensi lamanya masih berlanjut, meskipun ada klaim dari agensi Jepang dan kuasa hukumnya bahwa gugatan di Korea Selatan telah selesai.

Pada 11 Juli, agensi lama Logbook merilis pernyataan yang membantah klaim tersebut. Mereka mengatakan sengketa kontrak eksklusif dan hak manajemen Park Yoo Chun belum berakhir.

>>> Penampilan Jennie BLACKPINK di Mad Cool Festival Picu Perdebatan soal Busana

Logbook menjelaskan bahwa putusan pengadilan sebelumnya hanya memutuskan masalah ini harus diselesaikan melalui arbitrase, bukan bahwa sengketa kontrak telah selesai.

"Sengketa kontrak eksklusif dengan Park Yoo Chun belum berakhir," demikian pernyataan Logbook.

Menurut AllKPop, agensi menambahkan bahwa putusan tersebut "bukanlah penilaian atas keabsahan kontrak eksklusif atau kepemilikan hak manajemen eksklusif."

Logbook menekankan bahwa arbitrase hanyalah proses untuk menyelesaikan perselisihan.

"Keputusan pengadilan bahwa masalah ini harus diselesaikan melalui arbitrase tidak berarti sengketa berakhir; itu hanya menentukan prosedur dan yurisdiksi untuk menyelesaikan sengketa," kata agensi.

Agensi lama juga mengklaim bahwa masalah terkait dugaan kepergian Park Yoo Chun tanpa izin dan hak manajemen masih belum terselesaikan.

Logbook memperingatkan kemungkinan tindakan hukum tambahan, termasuk tuntutan terkait pencemaran nama baik dan penghalangan bisnis.

Agensi Minta Sanksi untuk Kuasa Hukum Park Yoo Chun

Logbook juga mengumumkan rencana untuk meminta sanksi disiplin dari Asosiasi Pengacara Korea terhadap kuasa hukum Park Yoo Chun.

>>> Jungkook BTS Alami Cedera Punggung saat Konser London, Tetap Tuntaskan Pertunjukan

Mereka menuduh kuasa hukum menyebarkan informasi yang tidak akurat melalui siaran pers.

Sebelumnya, agensi Jepang Park Yoo Chun mengumumkan pada 1 Juli bahwa masalah hukumnya di Korea Selatan telah selesai.