Hal sederhana seperti menanyakan kegiatan di sekolah dapat membuat anak merasa diperhatikan," ujarnya.

>>> Sinopsis Medieval di Bioskop Trans TV Hari ini 13 Juli 2026

Ia juga mengimbau orang tua lebih aktif mendampingi penggunaan telepon genggam dan media sosial anak.

Pembatasan penggunaan gawai harus diimbangi dengan kehadiran orang tua melalui interaksi dan waktu berkualitas.

Dispendik mendorong komunikasi dua arah antara sekolah dan orang tua sebagai langkah deteksi dini perubahan perilaku pada anak.

Jika ditemukan gejala seperti lebih sering menyendiri atau mudah membantah, sekolah dan keluarga diharapkan segera berkoordinasi.

"Komunikasi antara orang tua dan sekolah menjadi kunci. Jika ada perubahan perilaku, informasi dari rumah dan sekolah bisa dicocokkan sehingga penyebabnya dapat diketahui lebih awal.

Bila diperlukan, sekolah juga akan menghadirkan psikolog atau pendamping profesional," jelasnya.

MPLS juga menjadi ruang penguatan karakter melalui pendidikan agama dan edukasi tentang tantangan di era digital.

Dispendik menggandeng aparat kepolisian, kepolisian siber, serta instansi terkait untuk memberikan pembekalan mengenai ancaman kejahatan digital.

Rangkaian MPLS tahun ini juga diisi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hasil kolaborasi Dispendik bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.

>>> Dosen Kimia Ivan Barton Pimpin Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol

"Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan peserta didik baru memulai tahun ajaran dalam kondisi sehat sekaligus mendukung pembentukan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak," pungkasnya.