Hingga 11 Juli 2026, capaian pendataan mencapai 43,35 persen.

Hasil pemutakhiran awal menunjukkan Bali memiliki sekitar 647.337 unit usaha, terdiri dari 1.803 usaha besar, 12.578 usaha menengah, dan 632.956 usaha mikro dan kecil.

Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan bahwa pembangunan daerah harus berdasarkan pendekatan ilmiah dan didukung data. Pemerintah Provinsi Bali memberikan dukungan penuh terhadap Sensus Ekonomi 2026.

"Tapi sebenarnya yang berurusan, yang paling berkepentingan, paling butuh (Sensus Ekonomi) adalah kita, Bali. Jadi kita harusnya support penuh, serius, jangan setengah-setengah," ujar Koster.

Ia mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk bersama-sama menyukseskan sensus. Partisipasi masyarakat menjadi penentu utama kualitas data yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan di Bali.

Puncak kegiatan ditandai dengan penancapan kayon sebagai simbol dimulainya komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. Usai acara, Kepala BPS RI meninjau langsung pelaksanaan pendataan lapangan di Tuban, Kabupaten Badung.

>>> 4 Kipas Angin Meja Terbaik: Adem, Senyap, dan Hemat Listrik

Amalia berdialog dengan petugas sensus dan responden untuk menyerap masukan, sekaligus menempelkan stiker sebagai penanda pendataan selesai. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan sensus.