"Kami sangat mengapresiasi kepedulian pemerintah terhadap mitra ojol, karena manfaat dari kebijakan 8% ini sudah benar-benar kami rasakan dengan naiknya pendapatan kami.

>>> Prabowo Resmikan Bendungan Sidan dan Keureuto untuk Ketahanan Air dan Pangan

Kebijakan ini sudah bagus, tinggal bagaimana kita kawal bersama ke depannya," ujar Reza.

Reza juga mengungkapkan harapannya terkait status UMKM yang melekat pada ojol dapat ditindaklanjuti dengan program konkret yang semakin memperkuat pendapatan mitra.

Ia menegaskan kesiapan mitra untuk terlibat dalam diskusi lanjutan bila diperlukan.

Senada dengan Reza, mitra pengemudi lainnya, Panglima, menegaskan pentingnya masukan dari mitra yang benar-benar aktif di lapangan.

Menurutnya, merekalah yang paling memahami dampak nyata dari kebijakan ini terhadap order, potongan, biaya operasional, hingga manfaat yang diterima sehari-hari.

"Masukan dari mitra yang benar-benar aktif di lapangan itu penting untuk didengar, karena kami yang paling paham soal order, potongan, biaya operasional, sampai manfaat yang kami terima sehari-hari.

Jangan sampai isu ini lebih banyak dibentuk oleh pihak yang enggak merasakan langsung kondisi di lapangan," ujar Panglima.

Panglima turut menyampaikan bahwa meski sempat ada kekhawatiran terkait perubahan status yang berpotensi memengaruhi manfaat yang sudah dirasakan, ia meyakini status UMKM justru berpotensi membuka akses pada dukungan yang lebih besar.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah tidak akan membuat kebijakan yang mempersulit ojol.

Menurut Panglima, status ojol sebagai UMKM atau pengusaha mikro transportasi online dinilai sebagai formula yang paling sesuai.

>>> Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Bisa Ancam Karier Politik Prabowo

Ia menyatakan dukungan penuh terhadap status UMKM ini sebagai bukti kehadiran nyata pemerintah dalam mendorong kesejahteraan dan peningkatan pendapatan para mitra pengemudi ojol.