Menjebak Anak di Penjara Tidak Membuat Kita Lebih Aman: Saatnya Hentikan Delusi Zaman Dickens
)
Bahkan jika seorang anak tidak menjalani masa pembebasan bersyarat, noda karena melalui proses pidana tetap ada dan merusak masa depan mereka.
Membawa anak-anak kecil ke sistem peradilan pidana lebih mungkin mengakibatkan pelanggaran lebih lanjut.
Data Home Office menunjukkan bahwa dua pertiga pelanggar muda melakukan lebih banyak kejahatan, dan 80% pelanggar persisten dewasa pertama kali masuk sistem peradilan saat mereka masih anak-anak.
Hal ini secara tidak proporsional mempengaruhi anak-anak tertentu.
Anak-anak dengan disabilitas dan mereka dari latar belakang etnis minoritas saat ini terlalu banyak diwakili dalam sistem hukum.
Anak-anak dengan kontak perawatan sosial apa pun lebih mungkin memiliki keyakinan pidana atau peringatan.
Anak-anak dalam sistem hukum lebih mungkin menderita trauma masa kanak-kanak termasuk kekerasan, pelecehan seksual dan fisik, cedera otak traumatis, ketiadaan orang tua, atau kematian.
Pada tahun hingga Maret 2025, 1.590 anak berusia antara 10 dan 14 tahun dinyatakan bersalah atas pelanggaran, dengan hanya 22 yang menerima hukuman penjara langsung.
Ada 233 peserta pertama kali ke sistem peradilan pidana berusia antara 10 dan 12 tahun dengan hanya satu yang menerima hukuman penjara langsung.
Penahanan peradilan pidana untuk anak-anak sangat kecil, sehingga alternatif untuk sistem peradilan pidana harus dipertimbangkan secara serius.
Pada saat pengadilan memutuskan bahwa memenjarakan anak tidak diperlukan, sudah terlambat karena mereka telah melalui sistem peradilan pidana.
Mekanisme yang mengalihkan anak-anak dari sistem hukum pidana tidak mungkin mengakibatkan peningkatan kejahatan di kalangan kelompok ini.
Program pengalihan bermanfaat bagi anak dan publik dalam hal mengurangi kejahatan di masa depan, dan merupakan penggunaan uang publik yang bermanfaat.
Update Terbaru
Arman Tsarukyan Menang Telak di RAF Georgia, Keributan Warnai Konferensi Pers
Minggu / 12-07-2026, 01:07 WIB
Probe China Tianwen-2 Capai Asteroid Kamo'oalewa, Ambil Sampel
Minggu / 12-07-2026, 01:07 WIB
Levante UD Hadapi CD Leganes dalam Laga Uji Coba Tertutup
Minggu / 12-07-2026, 01:06 WIB
Real American Freestyle Wrestling Gelar Debut Internasional di Georgia
Minggu / 12-07-2026, 01:06 WIB
Prince William Putuskan Hubungan dengan Kate Middleton Lewat Telepon, Rujuk Enam Pekan Kemudian
Minggu / 12-07-2026, 01:05 WIB
Trump Tunjuk Skeptis Iklim Matthew Wielicki Pimpin Laporan Federal
Minggu / 12-07-2026, 01:02 WIB
DFB Sepakati Poin Kunci untuk Menunjuk Jürgen Klopp sebagai Pelatih Jerman
Minggu / 12-07-2026, 01:02 WIB
Dokter Tifa Dinilai Jadi Pion dalam Praperadilan Roy Suryo
Minggu / 12-07-2026, 00:55 WIB
Target 40.000 Kopdes Merah Putih Beroperasi Akhir 2026, 15.500 Unit Sudah Selesai Dibangun
Minggu / 12-07-2026, 00:51 WIB
Asuransi Astra Pertahankan Rating AM Best Empat Tahun Beruntun
Minggu / 12-07-2026, 00:51 WIB
DPR Bentuk Panitia Kerja Usut Dugaan Mega Korupsi Eks Jampidsus
Minggu / 12-07-2026, 00:50 WIB
Clair Obscur: Expedition 33 – Pengembang Abaikan Peringatan Soal Sistem Pertarungan
Minggu / 12-07-2026, 00:45 WIB
WEBTOON Luncurkan Layanan Chat Cerita AI byUs dengan IP Webtoon Resmi
Minggu / 12-07-2026, 00:43 WIB
7 Kartu Kredit Terbaik untuk Belanja di Shopee dan Tokopedia 2026, Cashback hingga 10%
Minggu / 12-07-2026, 00:43 WIB







