Jerman Kecam Pencaplokan Israel di Tepi Barat yang Terus Berlanjut
Jerman kembali menyuarakan kritik terhadap pencaplokan yang terus dilakukan pemukim ilegal Israel di Tepi Barat, Palestina.
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menegaskan bahwa sikap negaranya terhadap aneksasi Israel di wilayah tersebut sudah konsisten sejak lama.
>>> Hasil Kualifikasi Moto2 Jerman: Mario Aji Tembus Posisi 10
"Hingga saat ini, semua pemerintah Jerman secara konsisten telah mengeluarkan pernyataan yang sama," ujar Wadephul dalam konferensi pers pada Jumat (10/7), seperti dikutip Middle East Monitor.
Ia menekankan bahwa hukum internasional harus menjadi prinsip panduan dan "tidak boleh ada aneksasi de facto sepihak."
Wadephul juga menyoroti kekerasan yang dilakukan para pemukim. "Segala bentuk kekerasan pemukim tidak dapat diterima.
Kami berharap pemerintah Israel mengambil langkah tegas," katanya.
Menurutnya, Jerman telah menerima jaminan dari pihak Israel terkait masalah tersebut.
Terkait kemungkinan sanksi, Wadephul tidak secara langsung menyatakan dukungan terhadap larangan atau pembatasan impor dari Israel. Ia lebih menekankan pentingnya menjaga dialog dengan Israel.
"Sebelumnya kami telah menjatuhkan sanksi kepada organisasi pemukim radikal yang cenderung melakukan kekerasan. Kami siap meninjau kembali situasi ini kapan saja," ujar Wadephul.
Ia menambahkan bahwa prioritas utama saat ini adalah menciptakan kondisi yang mendukung kemajuan di bidang-bidang mendesak lainnya.
>>> Iran Bantah Minta Negosiasi, Siap Balas Ulah AS
Wadephul menekankan pentingnya komunitas internasional menjamin keberhasilan pembicaraan seperti negosiasi Israel-Lebanon dan kemajuan di Gaza.
"Solusi di sana telah tertunda terlalu lama," ujarnya.
Ia juga menegaskan Israel tidak boleh membatasi akses kemanusiaan ke Gaza dan harus mengizinkan lebih banyak bantuan masuk.
Selain itu, ia menyerukan percepatan upaya membongkar struktur kekuasaan Hamas.
"Kita akhirnya harus mencapai titik di mana tanggung jawab atas Jalur Gaza secara bertahap diserahkan kepada pemerintahan Palestina yang akan dibentuk," kata Wadephul.
Israel telah lama mencaplok Tepi Barat dan membangun permukiman ilegal di sana. Komunitas internasional berulang kali mengecam tindakan tersebut, namun Israel tidak menghiraukannya.
Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga meluncurkan agresi brutal ke Gaza pada Oktober 2023.
>>> Sinopsis The Shrine: Kim Jae-joong Jadi Dukun Hadapi Misteri Kamikakushi
Operasi itu telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.
Update Terbaru
Billie Jean King Peringati 60 Tahun Kemenangan Perdana Wimbledon
Sabtu / 11-07-2026, 23:02 WIB
Topan Bavi Hantam Taiwan dan Jepang, 15 Tewas di Filipina
Sabtu / 11-07-2026, 23:02 WIB
Maria Sharapova Ubah Penampilan dan Kembangkan Bisnis Pasca-Pensiun
Sabtu / 11-07-2026, 23:02 WIB
Argentina Pertimbangkan Perubahan Susunan Pemain Hadapi Swiss di Perempat Final Piala Dunia
Sabtu / 11-07-2026, 23:02 WIB
Henry Patten dan Harri Heliovaara Kembali Juara Ganda Putra Wimbledon
Sabtu / 11-07-2026, 23:02 WIB
Menjebak Anak di Penjara Tidak Membuat Kita Lebih Aman: Saatnya Hentikan Delusi Zaman Dickens
Sabtu / 11-07-2026, 23:01 WIB
Hakim Federal AS Vonis Patrick Byrne Bayar Ganti Rugi ke Hunter Biden
Sabtu / 11-07-2026, 23:01 WIB
Dokter Tifa Dinilai Jadi Kelinci Percobaan Roy Suryo dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Sabtu / 11-07-2026, 22:49 WIB
Ibrahim: Jangan Salahkan Bank BUMN Penyalur KUR, Masalah Ada pada Collection Agent
Sabtu / 11-07-2026, 22:46 WIB
Henri Subiakto: Jika Prabowo Salah Pilih Jaksa Agung, Negeri Bisa Hancur
Sabtu / 11-07-2026, 22:46 WIB
Fraksi PDIP Desak Hukuman Berat untuk Febrie Adriansyah
Sabtu / 11-07-2026, 22:45 WIB
Mantan PUA Mystery Kini Jatuh Cinta pada Pacar AI
Sabtu / 11-07-2026, 22:43 WIB
AIC Menangkan Gugatan Kembali Jadi Pemegang Saham AIC Rights
Sabtu / 11-07-2026, 22:42 WIB
Uji Coba Flowtica Scribe: Catatan AI yang Menjanjikan, Tapi Kalah Saing dengan Gemini
Sabtu / 11-07-2026, 22:42 WIB







