Sosok Aisyah Zakkiyah, Komisaris BUMN Viral di Threads: Rekam Jejak Karier hingga Polemik Dugaan Nepotisme Menteri PU
Ukuran Teks
Rekam Jejak Aisyah Zakkiyah: Dari Sales hingga Kursi Empuk Komisaris BUMN
Menjawab rasa penasaran publik, penelusuran terhadap latar belakang pendidikan dan profesional Aisyah menunjukkan fakta yang cukup mengejutkan. Alih-alih memiliki latar belakang teknik sipil, manajemen proyek infrastruktur, atau pengalaman di dunia konstruksi raksasa, rekam jejak Aisyah lebih banyak beririsan dengan ranah sains, komunikasi, pemasaran, dan teknologi informasi (ICT).
Sebelum namanya menghiasi jajaran petinggi birokrasi dan BUMN, Aisyah menghabiskan waktu di sektor korporasi swasta. Berdasarkan data profesionalnya, ia pernah menduduki posisi Sales Division Team Leader di PT Toyota Tsusho Systems Indonesia pada rentang waktu 2023–2024.
Tak berselang lama, ia berpindah ke PT Lumintoo Sukses Incomso, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang solusi teknologi informasi, sebagai Director and Strategic Planner (2024–2025).
Lompatan terbesarnya terjadi pada tahun 2025. Aisyah ditarik masuk ke lingkaran inti pemerintahan sebagai Tenaga Ahli Menteri PU Bidang Komunikasi merangkap Juru Bicara Kementerian PU. Dari sinilah gerbang menuju kursi empuk Dewan Komisaris PT PP terbuka lebar.
Dalam RUPS yang digelar di Kantor Pusat PTPP, Jakarta, pada 19 Mei 2026, kehadiran Aisyah resmi menggeser posisi Ernadhi Sudarmanto yang purna tugas dengan hormat.
Transisi dari dunia penjualan dan teknologi informasi ke arah pengawasan infrastruktur raksasa negara tentu memancing tanda tanya besar. Publik mempertanyakan relevansi kompetensi dan signifikansi apa yang bisa diberikan seorang mantan sales dan jubir dalam mengawasi proyek-proyek infrastruktur bernilai triliunan rupiah.
Dugaan Nepotisme dan Bayang-bayang Konflik Kepentingan
Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Kementerian PU maupun manajemen PT PP belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan hubungan darah antara Aisyah Zakkiyah dan Menteri Dody Hanggodo.
Namun, dalam tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance / GCG), isu konflik kepentingan adalah hal yang sangat sensitif. Aturan etika birokrasi dan peraturan menteri terkait larangan nepotisme di lingkungan instansi pemerintah seharusnya menjadi pagar besi yang mencegah terjadinya praktik "orang dalam".
Jika tudingan warganet tersebut terbukti benar, maka ini bukan sekadar masalah moralitas individu, melainkan cacat sistemik yang mencederai kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam memberantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Publik menuntut transparansi: apakah penunjukan ini murni berdasarkan kompetensi profesional, atau ada campur tangan politik kekerabatan?
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Delegasi RI Takziah ke Makam Ayatollah Ali Khamenei di Mashhad
Sabtu / 11-07-2026, 17:21 WIB
Febrie Adriansyah dan DR Jadi Tersangka Kasus Batu Bara
Sabtu / 11-07-2026, 17:21 WIB
Ziarah Taman Prasasti, Sejarah Batavia yang Berbaring di Batu Nisan
Sabtu / 11-07-2026, 17:21 WIB
Alasan Kasus Eks Jampidsus Febrie Dilimpahkan ke Kejagung
Sabtu / 11-07-2026, 17:21 WIB
Tak Galau Lagi, Akun Medsos Fajar SadBoy Kini Berubah Jadi 'HappyBoy'
Sabtu / 11-07-2026, 17:21 WIB
Ole Romeny Resmi Tinggalkan Oxford United, Gabung Fortuna Sittard
Sabtu / 11-07-2026, 17:21 WIB
10 Makanan Tinggi Purin Pemicu Asam Urat yang Banyak Dikonsumsi Warga RI
Sabtu / 11-07-2026, 17:21 WIB
Hasil Kualifikasi MotoGP Jerman: Marc Marquez Tercepat, Alex Kedua
Sabtu / 11-07-2026, 17:20 WIB
Komisi III: Kasus Febrie Adriansyah Soal Oknum, Bukan Institusi
Sabtu / 11-07-2026, 17:20 WIB
Penyidik Irak Temukan Rp193 Miliar di Lubang Drainase, Terkait Korupsi Minyak
Sabtu / 11-07-2026, 17:20 WIB
Head to Head Norwegia vs Inggris: Tiga Singa Selalu Terkam The Viking
Sabtu / 11-07-2026, 17:16 WIB
Korut Tuding NATO Kian Agresif Usai KTT, Janji Perkuat Senjata Nuklir
Sabtu / 11-07-2026, 17:16 WIB
Mengapa Top Skor Piala Dunia 2026 Lebih Banyak Jalan Dibanding Lari?
Sabtu / 11-07-2026, 17:16 WIB
Topan Bavi Mengamuk di Jepang-Taiwan, 14 Ribu Warga Mengungsi
Sabtu / 11-07-2026, 17:16 WIB







