Seorang pria di Indiana, Amerika Serikat, yang memotong penisnya sendiri sebelum diduga membakarnya, mengaku tidak ingat kejadian tersebut.

Seorang anggota keluarga Christopher Peden mengungkapkan bahwa ia telah menderita masalah kesehatan mental selama bertahun-tahun dan sering keluar-masuk fasilitas perawatan jiwa.

>>> Influencer Brasil Kauana Bilhar Tewas Jatuh dari Apartemen di Dubai

Saat ini, Peden kembali menjalani perawatan setelah membuat jaminan atas tuduhan pembakaran berat. Perawatan tersebut bukan bagian dari pembebasannya.

Anggota keluarga mengatakan Peden sedang "berusaha menerima apa yang terjadi, dan bagian tersulitnya adalah ia tidak ingat melakukannya."

Menurut kerabatnya, Peden berada dalam "episode seperti psikotik" ketika ia memutuskan untuk memotong dan membakar penisnya.

Perhatian publik terhadap kasus ini membuat situasi semakin sulit bagi Peden, bahkan disebut berpotensi mendorongnya bunuh diri.

>>> Randolph Mantooth, Bintang 'Emergency!', Meninggal di Usia 80

Keluarga mengetahui bahwa Peden pernah mengonsumsi obat antidepresi, namun tidak yakin apakah ia berhenti meminumnya sebelum insiden mengejutkan itu terjadi.

Seorang kerabat juga mengatakan situasi ini "berat bagi seluruh keluarga" dan mereka ingin memberikan bantuan yang dibutuhkan Peden, tetapi tidak ada yang terlatih menangani hal semacam ini.

Sebelumnya, Peden ditangkap setelah memotong penisnya dengan pisau dapur dan memicu kebakaran di garasi.

>>> 5 Tempat Wisata RI yang Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

Belum jelas apakah ia menjalani operasi untuk memperbaiki organnya, karena kemungkinan besar sudah terlalu hangus untuk disambungkan kembali.