Alasannya beragam, mulai dari rasa malas, cemas, takut gagal, hingga merasa tugas tersebut terlalu berat untuk dimulai.

Akibatnya, mereka lebih memilih aktivitas yang memberikan kesenangan instan meski keputusan tersebut justru membuat hidup menjadi lebih sulit di masa mendatang.

>>> Bunnie XO Tegaskan Dirinya Single dan Hanya Bersenang-senang Usai Cium Dylan Wolf

4. Sulit membayangkan diri sendiri di masa depan

Sebagian orang memandang masa depan sebagai sesuatu yang jauh dan terasa asing. Mereka kesulitan membayangkan seperti apa diri mereka lima atau sepuluh tahun lagi.

Studi dalam Frontiers in Psychology membahas konsep future self-continuity, yaitu sejauh mana seseorang merasa terhubung dengan dirinya di masa depan.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang memiliki keterhubungan lebih kuat dengan diri di masa depan cenderung lebih mampu mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap keputusan.

Sebaliknya, ketika sosok 'diri di masa depan' terasa seperti orang lain, seseorang lebih mudah berpikir, 'nanti saja dipikirkan.'

5. Jarang memikirkan dampak keputusan hari ini

Keputusan-keputusan kecil yang diambil setiap hari dapat memengaruhi kehidupan di masa depan.

Pola tidur, cara mengelola uang, pilihan makanan, kebiasaan bekerja, hingga cara menjaga hubungan akan membentuk kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang.

Orang yang kurang peduli terhadap masa depan biasanya tidak terlalu mempertimbangkan hubungan sebab-akibat tersebut. Fokus mereka lebih tertuju pada kenyamanan saat ini.

Dampaknya sering kali baru disadari ketika konsekuensinya mulai menumpuk.

6. Merasa masa depan terlalu tidak pasti

Tidak semua orang yang tampak tidak peduli terhadap masa depan sebenarnya malas atau ceroboh. Ada pula yang sedang merasa kewalahan menghadapi ketidakpastian.