JPL mengatakan rover mendarat di Kawah Gale pada 5 Agustus 2012 PDT, atau 6 Agustus EDT, menggunakan manuver yang belum pernah dicoba sebelumnya, termasuk sistem sky crane.

Tujuh menit terakhir itu menjadi momen ikonik bagi eksplorasi robotik.

Sebuah mesin yang harus mendarat sendiri menjadi salah satu ahli geologi lapangan terlama NASA.

Kawah Gale Menjadi Arsip Iklim

Curiosity segera menemukan bahwa Kawah Gale tidak selalu kering dan keras.

NASA mengatakan rover menemukan kerikil bulat dari sungai masa lalu dan lebih dari 1.000 kaki vertikal batuan yang awalnya terbentuk sebagai lumpur di dasar danau dangkal.

Dengan kata lain, Mars pernah memiliki babak berair yang berlangsung cukup lama untuk menuliskan dirinya ke dalam batuan.

Itulah kisah lingkungan yang telah dikejar Curiosity satu lubang bor pada satu waktu.

Pengeboran awal rover di Yellowknife Bay juga menemukan sulfur, nitrogen, oksigen, fosfor, dan karbon, bersama dengan mineral lempung dan tidak terlalu banyak garam.

Sederhananya, lingkungan purba itu memiliki air tawar dan bahan-bahan utama yang dibutuhkan mikroba.

Molekul Organik Meningkatkan Taruhan

Kabar terbaru muncul setelah bertahun-tahun analisis sampel batuan bernama Mary Anning 3, yang dibor Curiosity pada 2020.

Pada April 2026, JPL mengatakan ilmuwan telah mengidentifikasi 21 molekul yang mengandung karbon dalam sampel tersebut, termasuk tujuh yang terdeteksi pertama kali di Mars.

>>> 6 Fakta Penting BBM Biosolar B50 yang Wajib Diketahui

Tidak ada yang boleh melompat dari organik ke alien.

NASA berhati-hati mengatakan ilmuwan tidak tahu apakah molekul-molekul itu dihasilkan oleh proses biologis atau geologis, tetapi temuan itu memperkuat kasus bahwa Mars purba memiliki kimia yang relevan dengan kelayakhunian.