Bakteri Usus Bisa Jadi Pemicu Alzheimer, Studi Terbaru Ungkap
Selama bertahun-tahun, Alzheimer dianggap sebagai gangguan otak yang tak terhindarkan seiring bertambahnya usia.
Namun, penelitian internasional terbaru menantang asumsi itu dengan menunjukkan bahwa akar penyakit ini mungkin justru berada di usus.
>>> Ilmuwan Ciptakan AI CoCoGraph untuk Temukan Molekul Baru
Studi yang dipublikasikan di jurnal Brain ini menyoroti peran penting mikrobiota usus—ekosistem bakteri yang hidup di saluran pencernaan—dalam perkembangan penyakit neurodegeneratif tersebut.
Temuan ini bisa mengubah pendekatan pencegahan dan pengobatan Alzheimer secara drastis.
Mikrobiota Pasien Alzheimer Picu Gangguan Memori pada Tikus
Para ilmuwan melakukan langkah berani dengan mentransplantasikan mikrobiota usus dari pasien Alzheimer ke tikus muda yang sehat.
Hasilnya mengejutkan: tikus-tikus tersebut mengalami masalah memori yang sangat mirip dengan gejala Alzheimer pada manusia.
Penelitian menunjukkan hubungan langsung antara mikrobiota usus dan neurogenesis hipokampus—proses penting untuk memori dan suasana hati.
Tikus yang menerima mikrobiota dari pasien Alzheimer menunjukkan penurunan signifikan dalam pembentukan neuron baru di hipokampus, area otak yang sangat terpengaruh pada penyakit ini.
>>> ASUS Luncurkan Vivobook 14 dan 15 dengan Prosesor Intel Core 7 Series 3 di India
Neurobiolog Yvonne Nolan dari University College Cork menjelaskan, "Tes memori yang kami pelajari bergantung pada pertumbuhan neuron baru di hipokampus.
Hewan yang menerima bakteri usus dari penderita Alzheimer menghasilkan lebih sedikit neuron baru dan menunjukkan masalah memori."
Harapan Baru: Bisakah Bakteri Usus Dimanipulasi?
Penemuan ini membuka kemungkinan diagnosis lebih dini dan strategi pengobatan inovatif.
Para peneliti bahkan menemukan bahwa mendorong produksi senyawa yang dihasilkan bakteri usus saat fermentasi serat makanan dapat mengurangi gejala Alzheimer.
Neurosaintis Sandrine Thuret dari King's College London menekankan pentingnya temuan ini: "Studi kolaboratif ini telah meletakkan dasar bagi penelitian masa depan di bidang ini, dan saya berharap ini akan menghasilkan terobosan dalam intervensi terapeutik."
Dengan menargetkan mikrobioma usus, para ilmuwan berharap dapat mengembangkan intervensi awal yang dipersonalisasi untuk mencegah atau memperlambat penurunan kognitif yang terkait dengan Alzheimer.
>>> 4 Pompa Air Otomatis Hemat Energi untuk Rumah, Cukup 125 Watt tapi Tetap Bertenaga
Temuan ini menandai era baru dalam pemahaman dan penanganan penyakit demensia yang menghancurkan ini.
Update Terbaru
Alasan Putus Lee Jong Suk dan IU Jadi Sorotan, Diduga Pisah Sejak 2025
Jumat / 10-07-2026, 20:21 WIB
IMF Pertahankan Proyeksi Ekonomi RI 5% pada 2026
Jumat / 10-07-2026, 20:19 WIB
Prabowo Perintahkan Kepala Daerah Awasi Program Makan Bergizi Gratis
Jumat / 10-07-2026, 20:14 WIB
Dana SAL Berpotensi Dorong Pendanaan Perbankan ke Pinjaman Online
Jumat / 10-07-2026, 20:14 WIB
Prabowo Persilakan Masyarakat Laporkan Dugaan Penyimpangan MBG Lewat TikTok
Jumat / 10-07-2026, 20:14 WIB
NASA Kirim Curiosity ke Mars pada 2011 untuk Misi Dua Tahun, Kini 15 Tahun Kemudian Masih Bertahan
Jumat / 10-07-2026, 20:10 WIB
XLSmart Kuasai 700 MHz, Telkomsel Unggul di 2,6 GHz
Jumat / 10-07-2026, 20:09 WIB
6 Fakta Penting BBM Biosolar B50 yang Wajib Diketahui
Jumat / 10-07-2026, 20:09 WIB
Ubisoft Barcelona PHK 51 Karyawan di Hari Rilis Assassin's Creed Black Flag Resynced
Jumat / 10-07-2026, 20:08 WIB
Ubisoft Barcelona PHK 51 Karyawan di Hari Rilis Assassin's Creed Black Flag Resynced
Jumat / 10-07-2026, 20:08 WIB
Semua Kostum di Black Flag Resynced dan Cara Mendapatkannya
Jumat / 10-07-2026, 20:08 WIB
Semua Kostum di Black Flag Resynced dan Cara Mendapatkannya
Jumat / 10-07-2026, 20:08 WIB
Tiffany Stratton Pertimbangkan Hidupkan Kembali Gimmick NXT di WWE SmackDown
Jumat / 10-07-2026, 20:07 WIB
Manajer MLB Utamakan Kesehatan Pitcher Muda Dibanding Pencapaian Sempurna
Jumat / 10-07-2026, 20:07 WIB







