Modus operandinya, pelaku berpura-pura menawarkan aplikasi AI gratis dan meminta korban untuk segera memasangnya. Aplikasi tersebut biasanya berbentuk APK dan tersedia di situs tidak resmi.

Setelah berhasil masuk ke perangkat korban, Trojan dapat menjalankan berbagai aksi berbahaya. Mulai dari mengunduh malware lain, mencuri data, menghapus atau mengubah file, hingga mengambil alih sistem.

Selain aplikasi AI, pelaku juga masih menggunakan aplikasi perpesanan populer sebagai umpan, seperti Telegram dan Zoom.

Selama empat bulan pertama 2026, Kaspersky memblokir hampir 415 ribu serangan yang menyamar sebagai aplikasi seperti Telegram, WhatsApp, Zoom, dan Microsoft Teams.

UMKM menjadi sasaran utama karena umumnya memiliki sumber daya keamanan yang lebih terbatas dibandingkan perusahaan besar.

Rodion Pyanov, Product Manager Kaspersky Small Office Security, menekankan pentingnya pelatihan keamanan siber bagi karyawan.

Investasi pada keamanan siber kini menjadi kebutuhan penting agar UMKM tetap dapat menjalankan bisnis dengan aman di tengah meningkatnya ancaman digital.

>>> Kepala Produk dan Bisnis OpenAI Fidji Simo Mundur karena Penyakit Kronis

"Sebagai tulang punggung ekonomi Asia Tenggara, UMKM tidak boleh mengabaikan investasi dalam keamanan siber mereka," tutup Adrian.