Keinginan memiliki tubuh ideal membuat sebagian orang nekat mencoba cara berisiko.

Tren liposuction mandiri atau sedot lemak sendiri di rumah kini viral di media sosial dan membuat para dokter khawatir.

>>> Bonnie Tyler Sakit Apa? Benarkah Akibat Kanker? Berikut Kronplogi Tewasnya Penyenyi Total Eclipse of the Heart

Alih-alih menjalani prosedur di klinik dengan pengawasan dokter, sejumlah perempuan memilih membeli cairan peluruh lemak secara online. Mereka menyuntikkan sendiri cairan tersebut ke tubuh.

Salah satunya adalah Ruth, perempuan 55 tahun asal Massachusetts, Amerika Serikat.

Ia enggan mengeluarkan biaya besar untuk liposuction profesional, sehingga membeli paket suntikan peluruh lemak asal Korea seharga sekitar US$95 atau sekitar Rp1,5 juta.

Ruth sebelumnya berhasil menurunkan berat badan sekitar 20 kilogram menggunakan obat penurun berat badan golongan GLP-1. Namun, ia masih merasa memiliki timbunan lemak di dagu, perut, dan paha.

Ia menemukan produk tersebut melalui internet dan mengikuti petunjuk penggunaan.

Ruth membuat pola kotak-kotak kecil di bawah dagu sebelum menyuntikkan cairan ke setiap titik, diulang setiap dua hingga tiga minggu selama dua bulan.

Menurut pengakuannya, lemak di area dagu berkurang signifikan. Ia kemudian menyuntikkan cairan yang sama ke perut, paha, hingga lipatan lemak di bawah lengan.

Ruth mengaku kini lebih percaya diri dan berani mengenakan pakaian yang sebelumnya tidak pernah ia pakai selama bertahun-tahun.

>>> Kejutkan Penggemar, IU dan Lee Jong Suk Resmi Putus Setelah 4 Tahun: Akhir Kisah Cinta Sang 'Nation's Little Sister' dan Aktor Idaman

Peringatan Dokter soal Risiko Liposuction Mandiri

Meski banyak dipromosikan di media sosial, para ahli mengingatkan bahwa produk peluruh lemak yang dijual bebas tidak memiliki pengawasan resmi.