Pakar Peringatkan Risiko Chatbot AI dalam Rekomendasi Perawatan Kulit
Semakin banyak orang beralih ke kecerdasan buatan untuk mendapatkan saran medis, termasuk rekomendasi perawatan kulit dan identifikasi ruam.
Namun, para ahli memperingatkan bahwa saran dari chatbot AI sering kali tidak akurat dan dapat berdampak buruk pada kesehatan kulit.
>>> Felix Auger-Aliassime Tantang Novak Djokovic di Perempatfinal Wimbledon
Dr Michelle Wong, seorang ahli kimia kosmetik, mengingatkan bahwa chatbot AI seperti ChatGPT menghasilkan output yang ia ibaratkan sebagai "JPEG buram dari seluruh teks di web".
Ia menekankan bahwa pengguna tidak tahu sumber apa yang digunakan chatbot, apakah dari forum pengguna, situs dermatologi, atau blog tanpa bukti ilmiah.
Wong mencontohkan kasus di mana chatbot menyarankan penggunaan beberapa produk dengan bahan aktif yang sama, seperti vitamin A, atau merekomendasikan urutan aplikasi yang tidak biasa.
Bahkan, ada chatbot yang menyarankan produk yang tidak ada atau mengklaim suatu produk bebas dari alergen tertentu padahal tidak.
Dampak Klinis pada Pasien
Dr Anita Lasocki, dokter kulit di Melbourne, telah menangani pasien dengan masalah kulit yang dipicu langsung oleh rekomendasi chatbot.
Ia sering menemukan dermatitis kontak iritan atau flare-up rosacea akibat pasien menggunakan terlalu banyak langkah atau bahan aktif dalam rutinitas perawatan kulit.
Lasocki menambahkan bahwa chatbot AI tidak dapat memberikan diagnosis yang akurat, sehingga pasien membuang waktu dan uang untuk perawatan yang tidak sesuai.
"Masalah intinya adalah chatbot AI tidak bisa memberikan diagnosis yang akurat," ujarnya.
Associate Prof Deshan Sebaratnam dari Skin Hospital di Sydney menekankan kompleksitas dermatologi yang mencakup lebih dari 3.000 kondisi kulit.
Update Terbaru
Cara Cek Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Mulai 10 Juli 2026
Rabu / 08-07-2026, 01:57 WIB
Model AI Open Source Baru Disebut Sama Berbahayanya dengan Mythos
Rabu / 08-07-2026, 01:35 WIB
John Romero Simpan Koleksi Sejarah Penting id Software yang Sudah Hilang dari Perusahaan
Rabu / 08-07-2026, 01:33 WIB
Pemimpin Senat AS Gelar Penggalangan Dana untuk Ken Paxton
Rabu / 08-07-2026, 01:33 WIB
Djokovic Atasi Cedera Betis, Menangi Set Pembuka di Perempatfinal Wimbledon
Rabu / 08-07-2026, 01:33 WIB
Veteran Id Software 21 Tahun Kecam PHK Massal Microsoft: 'Separuh Tim Dianggap Tak Lagi Dibutuhkan'
Rabu / 08-07-2026, 01:28 WIB
Inggris dan Norwegia Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Rabu / 08-07-2026, 01:28 WIB
Paxton dan Talarico Berseteru soal Ekonomi di Pilpres Texas
Rabu / 08-07-2026, 01:28 WIB
Sean Mannion Rancang Skema Baru untuk Jalen Hurts dan Eagles
Rabu / 08-07-2026, 01:23 WIB
NATO Pilih Saab untuk Kontrak Pesawat Pengintai, Boeing Tersingkir
Rabu / 08-07-2026, 01:23 WIB
Trailer Perdana Shangri-La Frontier Season 3 Perlihatkan Aksi Galaxia Heroes Chaos
Rabu / 08-07-2026, 01:23 WIB
Ford Tarik 66.383 Hybrid karena Peringatan Pejalan Kaki Gagal Berfungsi
Rabu / 08-07-2026, 01:22 WIB
Courtois Kesal Belgia Diremehkan sebelum Hajar AS di Piala Dunia 2026
Rabu / 08-07-2026, 01:21 WIB
Serangan Balik Mesir Mematikan, Argentina Tertinggal 0-2 di Menit 67
Rabu / 08-07-2026, 01:21 WIB







