Model AI Open Source Baru Disebut Sama Berbahayanya dengan Mythos

Bulan lalu, pemerintahan Trump memaksa perusahaan AI Anthropic untuk menarik model Mythos 5 dan Fable 5 karena masalah keamanan nasional.
Pemerintah mengetahui bahwa pengaman Fable 5 bisa dijebol.
>>> John Romero Simpan Koleksi Sejarah Penting id Software yang Sudah Hilang dari Perusahaan
Anthropic sendiri telah lama memperingatkan bahwa model terbarunya mahir menemukan celah keamanan siber yang bisa dieksploitasi pihak jahat.
Sebelum ditarik, Anthropic hanya memberikan akses terbatas ke Mythos 5 bagi sejumlah bisnis dan institusi. Beberapa minggu kemudian, pemerintah AS kembali mengizinkan peluncuran terbatas Mythos 5.
Per 1 Juli, Fable 5 kembali tersedia untuk publik dengan harga tinggi, sementara Mythos 5 hanya bisa diakses sekitar 100 organisasi dan lembaga pemerintah AS.
Namun, peretas kini punya opsi baru. Perusahaan AI asal Beijing, Z.
ai, merilis model open-weight bernama GLM-5.2 yang mampu melakukan tugas coding skala besar dan menyaingi model terbaru Anthropic dalam mengidentifikasi kerentanan.
GLM-5.2 bisa diunduh siapa saja dan dijalankan di hampir semua perangkat keras.
Tidak ada vendor yang menjadi perantara antara model AI dan pengguna, sehingga meningkatkan risiko keamanan siber.
>>> Pemimpin Senat AS Gelar Penggalangan Dana untuk Ken Paxton
Model-model canggih ini bisa membantu peneliti menambal lubang keamanan, tetapi juga bisa disalahgunakan peretas untuk melewati pertahanan yang ada.
Perusahaan keamanan Semgrep dan Graphistry menemukan bahwa GLM-5.2 mahir menemukan bug perangkat lunak dan melakukan tugas keamanan siber lainnya.
Semgrep bahkan memberi judul tolok ukurnya "We Have Mythos at Home".
Peneliti Graphistry juga menduga Z. ai mungkin telah melakukan distilasi terhadap GPT-5.5 milik OpenAI dan Opus 4.8 milik Anthropic.
Praktik kontroversial ini bisa menjelaskan bagaimana China mampu mengejar ketertinggalan dengan cepat.
Konsultan mengatakan kepada Axios bahwa peretas sudah memperdagangkan jailbreak GLM-5.2 di forum berbahasa Rusia. Ini menunjukkan ancaman yang sangat nyata.
>>> Djokovic Atasi Cedera Betis, Menangi Set Pembuka di Perempatfinal Wimbledon
"Seorang penyerang dapat menjalankannya secara lokal tanpa pengaman, menyetelnya terhadap target spesifik, dan beroperasi tanpa terlihat oleh penyedia atau pembela mana pun," kata Travis Lanham, CTO dan pendiri perusahaan keamanan siber AI Armadin.
Update Terbaru
Super Pocket Edisi Activision Hadirkan 34 Game Klasik, Termasuk Pitfall dan Imagic
Rabu / 08-07-2026, 02:35 WIB
Ramalan Iwata 2009: 20 Tahun Lagi Game Digital Dominan, Kini Hampir Terbukti
Rabu / 08-07-2026, 02:35 WIB
Kadokawa Editor-in-Chief Ungkap Rahasia Sukses Membuat Manga
Rabu / 08-07-2026, 02:33 WIB
Prince Harry Kalah Gugatan Hukum terhadap Associated Newspapers
Rabu / 08-07-2026, 02:33 WIB
Nigel Farage Mundur dari Clacton, Picu Pemilu Kecil di Tengah Sorotan Keuangan
Rabu / 08-07-2026, 02:28 WIB
Toyota Pindahkan Produksi Tacoma dari Meksiko ke Texas
Rabu / 08-07-2026, 02:28 WIB
Daftar 7 Tim Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026
Rabu / 08-07-2026, 02:28 WIB
Rekor Buruk Messi: Gagal 2 Kali Penalti di Satu Edisi Piala Dunia
Rabu / 08-07-2026, 02:23 WIB
Netflix Gandeng Billboard, Hadirkan Serial Video Musik Mulai 3 Agustus
Rabu / 08-07-2026, 02:23 WIB
Netflix Minta Ganti Rugi Hukum Hampir $3 Juta, Tuduh Penggugat Tak Punya Hak Paten
Rabu / 08-07-2026, 02:23 WIB
Daftar 7 Tim yang Tersingkir di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 08-07-2026, 02:22 WIB
Update Top Skor Piala Dunia 2026: Messi Kembali Puncaki Daftar
Rabu / 08-07-2026, 02:21 WIB
Penyakit Jantung Bisa Terlihat dari Kuku, Ini Ciri-cirinya!
Rabu / 08-07-2026, 02:21 WIB
Kreator Bayonetta Sebut Keberanian Capcom Ambil Risiko dengan IP Baru Jadi Kunci Sukses
Rabu / 08-07-2026, 02:21 WIB







