Menjual barang bekas yang sudah tidak terpakai adalah hal biasa.

Namun di Rusia, tren ini berkembang ke arah yang tak lazim: sejumlah perempuan menjual implan payudara bekas mereka melalui platform iklan online.

>>> Kemacetan Parah di San Francisco Saat Waymo Mogok di Hari Libur Nasional

Fenomena ini muncul di tengah menurunnya minat masyarakat Rusia terhadap operasi pembesaran payudara. Para ahli bedah plastik melaporkan penurunan jumlah prosedur hingga 40 persen dalam satu dekade terakhir.

Seiring meningkatnya jumlah perempuan yang melepas implan, iklan penjualan implan silikon bekas pun semakin banyak ditemukan di internet.

Alasan di Balik Penjualan Implan Bekas

Alasan para penjual beragam. Sebagian melepas implan setelah melahirkan, sebagian lagi merasa tidak nyaman atau menganggap implan mempengaruhi rasa percaya diri.

Ada juga yang mengalami keluhan fisik seperti nyeri.

Tak sedikit yang berharap bisa mendapatkan kembali sebagian dana yang telah dikeluarkan untuk operasi. Keinginan ini diduga terkait kondisi ekonomi Rusia yang sedang tertekan.

Analis menilai faktor seperti fluktuasi nilai tukar, menurunnya daya beli, hengkangnya perusahaan Barat, dan kelangkaan bahan bakar mendorong warga menjual barang bernilai ekonomi, termasuk implan bekas.

Menariknya, penjual tidak hanya berasal dari daerah kecil, tetapi juga dari kota besar seperti Moskow dan Sankt Peterburg.

>>> Persona 4 Revival Gandeng MAPPA untuk Cutscene Animasi, Makin Menggoda

Ini menunjukkan fenomena terjadi di berbagai lapisan masyarakat.

Harga Implan Bekas Jauh Lebih Murah

Berdasarkan laporan kanal Telegram BAZA, implan bekas dijual dengan harga tiga hingga empat kali lebih rendah dari harga baru.

Contohnya, implan merek Mentor yang baru seharga sekitar Rp 32 juta dijual kembali sekitar Rp 8 juta.