Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem SAF nasional, Pertamina telah menjalankan sejumlah inisiatif, termasuk produksi dan sertifikasi Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF), implementasi bersama Pelita Air, serta pengembangan proyek Cilacap Biorefinery.

Proyek Cilacap Biorefinery oleh PT Pertamina Patra Niaga akan memproduksi SAF dan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) berbahan baku Used Cooking Oil (UCO) serta bahan baku berkelanjutan berbasis limbah lainnya.

Sinergi ini sejalan dengan visi Asta Cita, di mana Indonesia terus mendorong pengembangan SAF sebagai solusi mengurangi emisi karbon di sektor penerbangan.

>>> BRIN Luncurkan Satelit NEO-1 Buatan Anak Bangsa Januari 2027

Berdasarkan laporan ASEAN 2050 SAF Outlook, Indonesia menempati peringkat tiga besar di ASEAN dengan potensi surplus produksi SAF terbesar, diproyeksikan mencapai 2,2 juta barel per hari pada tahun 2050.