"Namun, jika ketidakpastian global masih tinggi, rupiah berpotensi bertahan di atas Rp18 ribu meskipun Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi," katanya.

Sementara itu, Josua memperkirakan rupiah masih bergerak rapuh di kisaran Rp17.800-Rp18.200 per dolar AS dalam jangka pendek.

Pada akhir tahun, rupiah berpeluang kembali ke bawah Rp18 ribu, di kisaran Rp17.700-Rp18.000, jika dolar AS melemah, harga minyak turun, dan arus modal masuk membaik.

Sebaliknya, rupiah bisa bertahan di atas Rp18 ribu jika harga minyak kembali naik, inflasi AS tetap tinggi, atau kekhawatiran terhadap risiko domestik meningkat.

>>> 3 Efek Serius Jam Tidur Berantakan yang Tak Boleh Diabaikan

"Mata uang Asia bisa mendapat dukungan dari dolar AS yang lebih lemah pada semester II, tetapi Indonesia masih menghadapi risiko dari arah kebijakan domestik dan kerentanan eksternal," ujar Josua.