Kebijakan Otoritas Regulasi Telekomunikasi India (TRAI) yang mewajibkan aplikasi pengenal panggilan seperti Truecaller untuk memutihkan (whitelist) nomor seri 140 dan 1600 justru memicu reaksi balik dari konsumen.

Data terbaru menunjukkan bahwa pengguna Truecaller kini mengabaikan 81% panggilan dari seri 140 dan 79% dari seri 1600.

>>> 5 Alternatif Retinol yang Ramah untuk Kulit Sensitif, Tak Kalah Efektif

Lebih dari 5,1 crore panggilan dari rentang nomor tersebut tidak terjawab setiap hari.

Pemblokiran manual juga meningkat drastis. Sekitar 4 lakh nomor seri 140 dan 1,25 lakh nomor seri 1600 diblokir setiap hari.

Total tindakan pemblokiran mencapai 7,4 crore sejak Oktober 2025.

Apa Itu Nomor Seri 140 dan 1600?

Nomor seri 140 dan 1600 adalah prefiks khusus yang dibuat TRAI untuk membedakan jenis panggilan komersial.

Nomor 140 menandakan panggilan telemarketing, sedangkan 1600 untuk panggilan layanan dari bank dan perusahaan keuangan.

Aturan ini difinalisasi pada Februari 2025 di bawah TCCCPR (Telecom Commercial Communications Customer Preference Regulations).

Bank, NBFC, reksa dana, dan asuransi diberi tenggat waktu untuk beralih ke nomor-nomor ini pada awal 2026.

Mandat Whitelist TRAI dan Dampaknya

Pada akhir 2025, TRAI mengarahkan aplikasi caller ID seperti Truecaller dan Hiya untuk memutihkan seluruh seri 140 dan 1600.

Aplikasi tidak lagi boleh menampilkan tag spam atau memblokir nomor tersebut, berapa pun banyaknya laporan pengguna.

Truecaller mengaku mematuhi aturan tersebut di bawah protes. Perusahaan telah memberi tahu regulator bahwa pendekatan ini akan menjadi bumerang.

Akibatnya, setiap panggilan seri 1600 kini muncul sebagai nomor kosong tanpa tanda, baik itu peringatan penipuan bank maupun promosi pemasaran.