Penolakan Industri

IAMAI (Internet and Mobile Association of India), yang mewakili platform digital termasuk aplikasi caller ID, secara resmi menentang langkah TRAI dengan dua alasan.

Pertama, TRAI tidak memiliki wewenang di sini — aplikasi seperti Truecaller diatur oleh IT Act dan MeitY, bukan hukum telekomunikasi.

Aturan TRAI berlaku untuk operator telekomunikasi, bukan aplikasi.

Kedua, aturan draf akan memaksa aplikasi menyerahkan data deteksi spam dan laporan pengguna kepada operator telekomunikasi — data yang telah dibangun perusahaan seperti Truecaller selama bertahun-tahun, diberikan kepada pemain dengan kepentingan komersial sendiri.

IAMAI juga memperingatkan preseden: jika TRAI bisa mengambil alih kekuasaan untuk mengontrol fitur aplikasi, setiap regulator lain akan menginginkan hal yang sama.

DND: Lima Belas Tahun Hasil Campuran

TRAI meluncurkan registri DND (Do Not Disturb) pada 2010 yang memungkinkan pengguna memilih keluar dari panggilan komersial dan SMS dengan menghubungi atau mengirim pesan ke 1909.

Telemarketer yang menelepon nomor terdaftar DND menghadapi denda dan pemutusan sambungan.

Dalam praktiknya, hasilnya beragam: banyak spam beralih ke penelepon tidak terdaftar menggunakan SIM 10 digit biasa, yang tidak dirancang untuk ditangkap oleh registri, dan penyelesaian keluhan melalui 1909 lambat.

Lima belas tahun kemudian, pengguna dalam daftar DND terus menerima panggilan spam secara teratur — celah yang diisi oleh aplikasi caller ID berbasis komunitas seperti Truecaller, yang menjadi pertahanan spam de facto bagi ratusan juta warga India.

Konsumen Harus Punya Kebebasan Memutuskan

Inti dari masalah ini adalah prinsip sederhana: biarkan konsumen memutuskan apakah mereka ingin dihubungi.

Untuk itu, mereka berhak mendapatkan konteks — siapa yang menelepon, mengapa, dan apa yang dialami orang lain dengan nomor yang sama.