Akar masalahnya adalah penyalahgunaan oleh perusahaan. Seri 1600 sebenarnya ditujukan untuk panggilan layanan seperti peringatan penipuan, konfirmasi pembayaran, dan pembaruan akun.

Namun, bank dan lembaga keuangan menggunakannya untuk menawarkan kartu kredit, pinjaman, dan asuransi.

Karena seri ini diputihkan berdasarkan perintah, panggilan pemasaran tersebut tampak bersih tanpa tag spam atau peringatan. Pengguna terus melaporkannya dalam jumlah besar, tetapi Truecaller dilarang menampilkannya.

TRAI memiliki yurisdiksi penuh atas entitas terdaftar yang diatur, namun energi penegakannya lebih diarahkan untuk memperluas kendali atas aplikasi yang mengungkap penyalahgunaan, bukan menghukum pelanggar.

TRAI Ingin Kekuasaan Lebih Besar

TRAI kini menginginkan lebih banyak kekuasaan.

Lembaga itu telah meminta MeitY untuk menetapkannya sebagai "badan resmi" berdasarkan IT Act, yang memberinya wewenang langsung atas aplikasi caller ID seperti Truecaller, Hiya, dan Whoscall.

Draf amandemen TCCCPR lebih lanjut menyebutkan bahwa aplikasi yang memblokir, memfilter, atau menandai nomor seri tertentu bisa kehilangan perlindungan safe harbour Section 79, sehingga terpapar tanggung jawab hukum langsung.

Perkembangan terbaru bahkan akan melarang aplikasi menampilkan informasi apa pun pada nomor 140 dan 1600.

>>> 4 Lipstik Matte Wardah di Bawah Rp50 Ribu yang Lembut dan Tahan Lama

CEO Truecaller Rishit Jhunjhunwala menulis di Twitter/X, "Kami adalah aktor baik yang membantu ratusan juta warga India setiap hari, termasuk lansia rentan, untuk memiliki pengalaman komunikasi tepercaya.

Sebaliknya, mereka ingin memberdayakan aktor jahat dan memberi mereka taman bermain terbuka untuk spam dan penipuan dengan menyensor informasi komunitas.

Kami menganggap ini tidak dapat diterima. Hukum pelaku jahat, bukan pihak seperti Truecaller yang memberikan dampak positif signifikan."