Menurut Cliff, perkembangan di Mt.

Carlton semakin memperkuat transformasi BUMI dari perusahaan yang selama ini identik dengan batu bara menjadi perusahaan sumber daya alam yang memiliki eksposur lebih luas terhadap logam mulia dan logam dasar seperti emas, perak, dan tembaga.

“Kami melihat diversifikasi ini memiliki nilai strategis karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap siklus batu bara.

Seiring meningkatnya kontribusi aset logam, profil pendapatan dan laba BUMI berpotensi menjadi lebih seimbang dan resilien dalam jangka panjang,” katanya.

Selain memberikan tambahan sumber pertumbuhan, analis menilai keberadaan kontrak penjualan konsentrat selama tujuh tahun dengan Glencore turut memberikan visibilitas terhadap pemasaran hasil produksi.

Hal ini dinilai mampu mengurangi risiko komersial pada tahap awal pengembangan proyek sekaligus mendukung keberlangsungan arus kas operasional.

“Ke depan, pasar akan mencermati potensi peningkatan volume produksi dari tambang bawah tanah, realisasi pengiriman konsentrat, serta besarnya kontribusi proyek Mt.

>>> Zlatan Ibrahimovic Terharu Lihat Messi Menangis, Sebut Sang Bintang Seperti Binatang

Carlton terhadap kinerja konsolidasi BUMI,” sebut Cliff.