Kritik terhadap Program Penangkapan Karbon Inggris: Biaya Fantastis dan Manfaat Diragukan
Pemerintah Inggris berencana menggelontorkan dana besar untuk program penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS).
Namun, kebijakan ini menuai kritik tajam karena dinilai tidak efektif dan justru menguntungkan industri bahan bakar fosil.
>>> Tiga Tim Indonesia Siap Bertarung di EWC 2026 Free Fire Paris
Menurut analisis, biaya program CCS hingga 2050 mencapai £264 miliar atau sekitar Rp5.300 triliun.
Angka ini jauh lebih besar dari perkiraan awal pemerintah yang hanya £21,7 miliar.
Sebagian besar biaya akan ditanggung publik melalui tagihan energi. Komite Akun Publik House of Commons memperkirakan 25% biaya langsung ditanggung pemerintah, sisanya dibebankan ke konsumen.
CCS Dinilai Tidak Efektif
Para ahli iklim menyebut CCS justru akan meningkatkan emisi karbon. Hanya 5-6% proyek CCS yang menyasar sektor industri sulit ditekan emisinya, seperti kimia dan semen.
Mayoritas CCS justru dipasang pada pembangkit listrik baru berbahan bakar fosil dan biomassa, serta produksi hidrogen dari gas alam.
Padahal, alternatif seperti baterai dan energi terbarukan sudah tersedia.
>>> Event Baru Free Fire 8 Juli: Skin Skywing Spesial Anniversary Hadir
Produksi hidrogen dari gas dengan CCS diperkirakan dua kali lebih mahal dibandingkan elektrolisis air menggunakan listrik terbarukan pada 2050.
Keterlibatan Perusahaan Minyak
Kebijakan ini diduga kuat hasil lobi perusahaan minyak besar. Pada 2023, Equinor, BP, dan ExxonMobil mengadakan 24 pertemuan dengan menteri Konservatif untuk membahas CCS.
BP bahkan disebut berperan dalam membentuk kredibilitas ilmiah CCS. Sebuah makalah terkenal tahun 2004 yang menjadi dasar kebijakan global, didanai dan diarahkan oleh BP.
Makalah tersebut terlalu optimis terhadap CCS, mengklaim teknologi itu sudah 'diterapkan dalam skala industri' padahal nyaris belum teruji.
Tiga dari 15 aksi iklim yang diusulkan bergantung pada CCS.
Di Inggris, tiga proyek CCS sebelumnya gagal karena pembengkakan biaya dan ketidaklayakan. Komite Akun Publik memperingatkan pemerintah mengambil risiko tinggi dengan teknologi yang belum terbukti.
>>> Taylor Parker, Terpidana Mati, Dilaporkan Tolak Perintah Petugas Penjara
Operator utama klaster CCS pertama pemerintah adalah BP. Hal ini menunjukkan lingkaran setan di mana program ini pada akhirnya hanya menguntungkan industri fosil.
Update Terbaru
Rupiah Ambruk ke Level Rp18.014 per Dolar AS Sore Ini
Rabu / 08-07-2026, 17:03 WIB
Scaloni: Messi Bikin Saya Merinding Usai Comeback Dramatis Argentina
Rabu / 08-07-2026, 17:03 WIB
Banjir Bandang di China, 900 Ular Berbisa Kabur dari Peternakan
Rabu / 08-07-2026, 17:03 WIB
Benny Harman Serukan Kawal Ketat RUU Pemilu, Waspada Pasal Selundupan
Rabu / 08-07-2026, 17:01 WIB
Kode Type Soul Roblox Juli 2026 Terbaru: Dapatkan Hadiah Gratis
Rabu / 08-07-2026, 17:01 WIB
Kode Redeem IDLE GOG Juli 2026 Terbaru, Dapatkan Gold dan Diamond Gratis
Rabu / 08-07-2026, 17:01 WIB
Mobil McLaren Andra ST Terbelah Dua Usai Tabrak Tiang Listrik
Rabu / 08-07-2026, 17:01 WIB
Warga Simalungun Bangun Jembatan Darurat Dua Kali, Janji Perbaikan Pemerintah Mangkrak
Rabu / 08-07-2026, 17:00 WIB
Presiden El Sisi Sebut Timnas Mesir Pahlawan Usai Kalah dari Argentina
Rabu / 08-07-2026, 17:00 WIB
Cara Cairkan Saldo DANA ke OVO dan GoPay Lewat 5 Game Penghasil Uang 2026
Rabu / 08-07-2026, 16:58 WIB
38 Parasit Bersarang di Otak Wanita Inggris Akibat Neurocysticercosis
Rabu / 08-07-2026, 16:58 WIB
Granit Xhaka: Swiss Generasi Spesial, Siap Hadapi Argentina
Rabu / 08-07-2026, 16:58 WIB
Said Iqbal Bertemu Purbaya Kurang dari 30 Menit, Bahas Pajak JHT
Rabu / 08-07-2026, 16:57 WIB
Rumah Rakyat Jateng Kini Layani Administrasi Kependudukan
Rabu / 08-07-2026, 16:56 WIB







