Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra memastikan akan memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Langkah ini diambil untuk merespons aspirasi warga Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo.

>>> Purbaya: Anggaran MBG 2027 Rp174 Triliun Masih Dibahas

Sebelumnya, warga setempat bergotong royong memperbaiki jembatan secara swadaya demi mempertahankan mobilitas harian serta aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Tiga Langkah Penanganan

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan pemerintah telah menyepakati tiga langkah penanganan di kawasan tersebut.

Langkah itu meliputi pelebaran jalan alternatif melalui Simpang Werlah, pembangunan jembatan permanen baru, serta perkuatan struktur Jembatan Enang-Enang.

"Kita sudah sepakat. Pertama, jalan alternatif Werlah akan diperlebar dan diperbaiki oleh Balai PU.

Kedua, jembatan permanen akan tetap dibangun oleh Kementerian PU karena memang penting untuk masyarakat Tanah Gayo," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7).

Keputusan mempertahankan fungsi Jembatan Enang-Enang diambil setelah pemerintah mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Jalur tersebut dinilai menjadi akses tercepat menuju berbagai pusat kegiatan warga.

Menurut Tito, apabila masyarakat harus menggunakan jalur lain, jarak tempuh menjadi lebih jauh dan biaya transportasi ikut meningkat.

Namun, aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama selama proses transisi.

"Saya tadi tanya kenapa masyarakat tetap ingin memakai jembatan ini. Ternyata kalau harus memutar, jaraknya jauh, biaya bensin juga bertambah.

Karena itu jembatan ini tetap akan difungsikan," kata dia.

Ia menegaskan kendaraan bertonase besar masih belum diizinkan melintasi Jembatan Enang-Enang. Pembatasan tersebut berlaku hingga kajian teknis mengenai kondisi struktur jembatan selesai dilakukan.

>>> Dwayne Johnson Terima Koleksi Memorabilia Gulat Vintage dari Penggemar di London