Fokus Perkuatan Fondasi dan Abutment

Plt.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, mengatakan pekerjaan perkuatan akan difokuskan pada fondasi dan abutment yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Material yang dibutuhkan juga telah mulai dikirim ke lokasi.

"Untuk Jembatan Enang-Enang, kami akan melakukan perkuatan pada fondasi dan abutment yang mengalami kerusakan.

Material sebagian sudah sampai di lokasi dan dalam minggu ini pekerjaan perkuatan akan kami mulai," ucapnya.

Di samping penanganan jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan pembangunan jembatan permanen baru yang lokasinya tidak jauh dari Jembatan Enang-Enang.

Jembatan dengan bentang sekitar 300 meter itu dirancang menjadi solusi jangka panjang bagi konektivitas di kawasan Tanah Gayo.

Penyempurnaan desain ditargetkan berlangsung sepanjang 2026, sedangkan pekerjaan fisik direncanakan dimulai pada 2027 setelah seluruh kajian teknis selesai.

Pemerintah juga akan memperlebar jalan alternatif Simpang Werlah dari empat meter menjadi enam meter.

Jembatan permanen di jalur tersebut juga akan dibangun agar kendaraan bertonase besar tetap memiliki akses selama pembangunan berlangsung.

>>> Tim Hukum Jokowi Respons Praperadilan Roy Suryo: Jangan Senang Dulu

BPJN Aceh juga telah mengalokasikan anggaran untuk membangun sejumlah jembatan permanen lain di kawasan terdampak. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Kabupaten Bener Meriah.