Berdasarkan data outlook postur APBN 2026, pendapatan negara diproyeksikan mencapai Rp3.208,1 triliun atau 101,7 persen dari target APBN.

Rinciannya, penerimaan pajak diperkirakan mencapai Rp2.310,8 triliun atau 98 persen dari target APBN, kepabeanan dan cukai Rp320,6 triliun atau 95,4 persen, serta PNBP Rp575,1 triliun atau 125,2 persen dari target.

Realisasi pendapatan negara hingga semester I 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN, naik 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp1.187,8 triliun atau 44,1 persen dari target APBN, meningkat 21,4 persen dibandingkan semester I 2025.

Kinerja tersebut didorong meningkatnya aktivitas ekonomi, pembayaran gaji dan THR, perbaikan harga komoditas, serta penguatan administrasi perpajakan.

>>> 11 Anime yang Dianggap Lebih Baik dari One Piece

Dalam outlook postur APBN 2026, defisit APBN diperkirakan mencapai 2,85 persen dari PDB, lebih tinggi dari target APBN sebesar 2,68 persen.