Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta utang Indonesia masih dalam batas aman.

Ia menegaskan pemerintah terus menjaga disiplin fiskal di tengah berbagai tantangan ekonomi.

>>> PLN Amankan 1.486 Meter Lahan Tower Transmisi Listrik di Bandung Barat

Purbaya menyebut defisit APBN tetap dijaga di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Tahun lalu defisit tercatat 2,81 persen, dan tahun ini diperkirakan di bawah 2,9 persen.

"Saya gak mungkin berbohong, karena kan di audit, sama BPK dan lain-lain.

Sekarang defisit kita kan tetap dijaga di bawah 3 persen dari PDB," ujar Purbaya dalam tayangan YouTube Curhat Bang Denny Sumargo.

Ia menjelaskan pengelolaan APBN dilakukan secara transparan dan diawasi melalui mekanisme audit oleh lembaga berwenang. Informasi mengenai keuangan negara tidak mungkin disampaikan sembarangan.

Rasio Utang Masih di Bawah 60 Persen

Purbaya juga memastikan posisi utang pemerintah Indonesia masih aman. Rasio utang terhadap PDB saat ini berada di kisaran 40 persen, jauh di bawah batas 60 persen.

>>> DPR Minta Kebijakan Cukai Tembakau Tak Bebani Industri Patuh

"Rasio utang kita ke PDB masih sekitar 40 persen. Belum sampai 60 persen.

Masih jauh dari 60 persen. Kita masih aman," kata Purbaya.

Ia membandingkan kondisi Indonesia dengan negara lain yang memiliki rasio utang lebih tinggi.

Amerika Serikat mencapai 100 persen, Jepang 275 persen, Jerman 60 persen, Singapura 175 persen, Thailand hampir 70 persen, dan Malaysia sekitar 60 persen.

Menurut Purbaya, fundamental fiskal Indonesia masih sehat jika dibandingkan standar internasional.

>>> Defisit APBN 2026 Melebar Jadi 2,85 Persen, Banggar DPR: Masih Sangat Aman

Pemerintah akan terus menjaga defisit di bawah 3 persen dan mengelola utang secara hati-hati demi stabilitas ekonomi nasional.