Pemerintah India memerintahkan platform streaming ZEE5 untuk menghapus film Satluj dari layanannya pada Minggu malam, hanya dua hari setelah perilisan.

Film yang dibintangi penyanyi-aktor populer India Diljit Dosanjh ini mengangkat kisah aktivis hak asasi manusia Jaswant Singh Khalra.

>>> Dalton Rushing Pukul Walk-Off Single, Dodgers Kalahkan Rockies 8-7

Menurut laporan BBC, film tersebut selesai diproduksi pada 2022 tetapi tidak dirilis di bioskop karena sengketa tiga tahun dengan Central Board of Film Certification (CBFC) India.

Sutradara Honey Trehan mengatakan dewan sensor meminta hingga 127 pemotongan untuk menghilangkan referensi realitas, sehingga produser memilih merilisnya langsung di platform streaming dengan judul baru.

Sumber resmi yang dikutip Times of India mengonfirmasi bahwa pemerintah menggunakan alasan keamanan tertentu untuk memerintahkan penarikan film.

Satluj menyelidiki dugaan pembunuhan di luar hukum selama pemberontakan separatis di Punjab antara 1980-an dan pertengahan 1990-an, periode yang masih sangat sensitif.

Produser film RSVP Movies, melalui juru bicara yang dikutip The Indian Express, menyatakan penghapusan tersebut mengikuti perintah langsung pemerintah.

Aktor utama Diljit Dosanjh berkomentar melalui siaran video langsung di media sosial setelah film menghilang dari platform.

>>> Persib Bandung Resmi Rekrut Striker Timnas Montenegro Balsa Sekulic

"Cinta dan hormat saya untuk kalian semua. Apa yang sudah saya duga sebelumnya itulah yang terjadi.

Saya pikir film ini mungkin dilarang ketika kantor [pemerintah] buka pada Senin, tetapi saya tidak tahu itu akan terjadi lebih awal pada Minggu malam," ujar Dosanjh.

Dosanjh menjelaskan bahwa tim sengaja membatasi kampanye promosi untuk menghindari blokir sebelum perilisan. "Jika kami mempromosikannya, film pasti tidak akan dirilis sama sekali," katanya.

Ulasan dari The Hollywood Reporter sebelumnya menyebut proyek ini sebagai "salah satu film India terbaik tahun ini" selama jendela tayang singkatnya.

Sutradara Honey Trehan mengungkapkan kebingungannya kepada The Indian Express setelah intervensi pemerintah mendadak.

Sebuah komite parlemen yang dipimpin oleh anggota BJP Nishikant Dubey baru-baru ini menyoroti masalah regulasi platform digital.

>>> Bahlil: Harga Ekspor Listrik ke Singapura Masih Dinegosiasikan

Kementerian informasi dan penyiaran federal belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai pemberitahuan penarikan tersebut.