JPPI Desak KPK Bongkar Korupsi Seragam Sekolah Bupati Langkat
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah di Kabupaten Langkat.
Kasus ini menyeret Bupati Langkat Syah Afandin yang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
>>> Mbappe Serang Balik Politikus Paraguay yang Rasis: Anda Wanita Hina
Ubaid meminta KPK membongkar seluruh jaringan yang diduga terlibat, termasuk pejabat dinas, penyedia proyek, broker politik, dan pihak yang menikmati aliran dana dari sektor pendidikan.
"Anggaran pendidikan masih menjadi ladang empuk korupsi bagi elite daerah. Mengapa?
Karena anggarannya besar, paket pengadaannya banyak, pengawasannya lemah, dan relasi kuasa kepala daerah terhadap dinas, kepala sekolah, serta penyedia barang/jasa sangat dominan," kata Ubaid dalam keterangan tertulis, Senin (6/7).
Ia menambahkan, "Ketika pendidikan dikelola seperti proyek politik, maka sekolah berubah menjadi mesin rente."
Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah
Ubaid juga menyoroti dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah di Langkat.
Menurutnya, jika kepala sekolah dipilih karena setoran dan bukan kompetensi, dampaknya tidak hanya merusak birokrasi pendidikan tetapi juga kualitas pembelajaran.
"Yang paling berbahaya adalah dugaan jual beli jabatan kepala sekolah.
Kalau kepala sekolah dipilih karena setoran, bukan karena integritas dan kapasitas, maka yang rusak bukan hanya birokrasi, tetapi juga mutu pembelajaran, perlindungan anak, dan masa depan murid," tuturnya.
>>> Timex Luncurkan Jam Tangan Retro 1981 Reissue dengan Dial Biru Es
"Kepala sekolah yang lahir dari transaksi akan cenderung mencari balik modal, bukan memperbaiki sekolah," imbuhnya.
Ubaid meminta Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan audit khusus terhadap tata kelola pendidikan di Langkat, terutama terkait pengadaan, mutasi kepala sekolah, dan proyek di Dinas Pendidikan.
Update Terbaru
Sinyal Peringatan: Gelembung AI Ancam Pasar Saham AS
Selasa / 07-07-2026, 07:43 WIB
Doom, Wolfenstein, dan Quake Dilaporkan Ikut Jadi Fokus ZeniMax di Tengah Restrukturisasi Xbox
Selasa / 07-07-2026, 07:43 WIB
Veteran RPG yang Dipecat Sebut Obsidian Juga Terkena Dampak PHK Microsoft
Selasa / 07-07-2026, 07:42 WIB
Trump Lobi Presiden FIFA untuk Batalkan Kartu Merah Pemain AS
Selasa / 07-07-2026, 07:42 WIB
Mi Instan Rasa Ayam Diduga Picu Wabah Salmonella di 14 Negara
Selasa / 07-07-2026, 07:42 WIB
Casemiro: Kami Selamanya Generasi Gagal Juara Piala Dunia
Selasa / 07-07-2026, 07:42 WIB
IHSG Diproyeksi Lesu Hari Ini, Berpotensi Koreksi Lebih Dalam
Selasa / 07-07-2026, 07:42 WIB
Brewers Hadapi Cardinals di Seri Lima Pertandingan Krusial
Selasa / 07-07-2026, 07:38 WIB
Dubes RI di Iran Tak Dapat Akses ke Area Persemayaman Khamenei, Ini Alasannya
Selasa / 07-07-2026, 07:38 WIB
Reaksi Netizen Kala Ronaldo Menangis usai Portugal Tersingkir
Selasa / 07-07-2026, 07:38 WIB
Kai Cenat Kembali Live Streaming, Umumkan Peserta Streamer University 2
Selasa / 07-07-2026, 07:36 WIB
Demokrat AS Tarik Dukungan untuk Calon Senat Maine Graham Platner
Selasa / 07-07-2026, 07:35 WIB
Arsenal Sepakat Transfer Leandro Trossard ke Besiktas
Selasa / 07-07-2026, 07:35 WIB
Pegawai Kementerian HAM Menang Gugat Pigai di PTUN
Selasa / 07-07-2026, 07:35 WIB







