Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bencana kemanusiaan yang akan segera terjadi di kota strategis El Obeid, Sudan.

Peringatan ini muncul akibat pengepungan ketat dan serangan drone yang dilakukan oleh Pasukan Dukungan Cepat (RSF).

>>> Badai Tropis Maysak Tewaskan Dua Orang, Jebol Tanggul di China Selatan

Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Türk, menyebut situasi ini sebagai "peringatan merah". Ia menekankan bahwa kondisi di El Obeid sangat mengkhawatirkan.

Perang berkepanjangan di Sudan telah menewaskan ratusan ribu orang dan menyebabkan 15 juta warga mengungsi dalam tiga tahun terakhir.

Konflik ini dipicu oleh ambisi militer para jenderal yang bertikai dan kepentingan asing terhadap sumber daya lokal.

>>> Diskon Hingga 75% di Minecraft Marketplace Summer Sale 2026

Situasi di El Obeid mengingatkan pada genosida Darfur dua dekade lalu. Komunitas internasional sebelumnya gagal mencegah kekejaman massal di wilayah tersebut.

Sebelumnya, pengepungan dan pembantaian di El Fasher menewaskan puluhan ribu warga sipil. Serangan tersebut menargetkan komunitas non-Arab dan digambarkan saksi sebagai "adegan film horor".

Penyelidik PBB melaporkan adanya "ciri-ciri genosida" dalam kekerasan yang dilakukan RSF dan sekutunya.

>>> Teman Travis Kelce Kecewa Tak Diundang ke Pernikahan Taylor Swift

Para diplomat dan organisasi HAM mengidentifikasi Uni Emirat Arab sebagai pendukung utama RSF, meskipun pemerintah Barat enggan mengkonfrontasi negara tersebut karena investasi bilateral yang besar.