Konsorsium Swasta Usulkan Terowongan Kereta Bawah Andes Senilai $9,6 Miliar
Jalur tersebut akhirnya menjadi simbol pergerakan lintas batas, namun kemundurannya panjang dan menyakitkan. Layanan penumpang berakhir pada 1979, dan angkutan barang hanya bertahan hingga 1984.
Oleh karena itu, proposal baru ini membangkitkan nostalgia di kota-kota yang masih mengingat stasiun-stasiun lama.
Argumen praktis terkuat untuk terowongan ini adalah keandalan.
>>> Honda dan Nissan Dikabarkan Segera Jalin Kerja Sama Strategis
Rute bawah tanah dengan ketinggian rendah dapat mengurangi dampak badai musim dingin yang sering melanda koridor Cristo Redentor dan Los Libertadores.
Pengiriman yang tertunda salju bukan sekadar truk yang terparkir di jalan; dapat berarti hilangnya slot pelabuhan, biaya lebih tinggi, dan tekanan lebih besar pada pengemudi.
Pendukung proyek menyajikan terowongan ini sebagai alternatif sepanjang tahun untuk angkutan barang, penumpang, dan kendaraan.
Proyek ini juga bertujuan menjadikan Chile sebagai pintu keluar Pasifik untuk ekspor pertanian dari Argentina, Brasil, Uruguay, dan Paraguay.
Dalam praktiknya, gandum dan kargo curah lainnya dapat bergerak melintasi benua menuju Asia tanpa terlalu bergantung pada rute Atlantik yang lebih panjang.
Para pendukung mengatakan proyek ini dapat mengurangi emisi karbon dengan mengalihkan angkutan barang dari truk ke kereta listrik.
Catatan lobi menyebutkan potensi pengurangan sekitar 20 juta ton CO2 selama dua dekade.
Namun, terowongan melalui Andes juga membutuhkan beton, baja, penggalian, ventilasi, dan perawatan jangka panjang dalam jumlah besar.
Kasus lingkungan bergantung pada siklus hidup penuh, bukan hanya janji saat peresmian.
Para pendukung proyek telah melihat Perjanjian Maipú, perjanjian integrasi 2009 antara Argentina dan Chile, sebagai kerangka kerja yang mungkin untuk pemrosesan binasional.
Sebuah terowongan sebesar ini tidak bisa bergerak maju sebagai proyek konstruksi lokal biasa.
Halaman resmi Argentina tentang EBIFETRA menggambarkan entitas binasional yang terkait dengan proyek kereta trans-Andes dataran rendah dan mengatakan viabilitas harus dievaluasi dari sudut teknis, ekonomi, keuangan, lingkungan, dan hukum.
Dengan kata lain, masih banyak pekerjaan rumah sebelum pengeboran dimulai.
>>> Marc Marquez Kenang Rival MotoGP: Lorenzo, Pedrosa, Stoner, dan Rossi
Konsorsium telah menyajikan inisiatif swasta besar, tetapi belum ada persetujuan akhir yang dikonfirmasi, tidak ada tender publik, dan tidak ada awal konstruksi resmi.
Update Terbaru
Bola Logam Misterius Diduga Jatuh dari Antariksa di Australia
Senin / 06-07-2026, 21:56 WIB
Pesona Kim Myung Soo yang Tampan Bak Keluar dari Webtoon
Senin / 06-07-2026, 21:56 WIB
Bos CI Games Sebut GTA 6 Tanpa Cakram Tidak Adil bagi Studio yang Masih Mendukung Fisik
Senin / 06-07-2026, 21:56 WIB
Nintendo Hentikan Produksi Switch pada Februari 2027
Senin / 06-07-2026, 21:56 WIB
Sosialis Demokrat Raih Kemenangan di Pemilu Primer AS
Senin / 06-07-2026, 21:56 WIB
Nottingham Forest Tunjuk Oliver Glasner sebagai Pelatih Kepala Baru
Senin / 06-07-2026, 21:53 WIB
Update AI Global: Gemini 3.5 Pro Rilis Juli, Meta Siapkan Model Coding, ByteDance Luncurkan Seedance 2.5
Senin / 06-07-2026, 21:53 WIB
Penari Eras Tour Taylor Swift Dikritik karena Pakai Gaun Putih ke Pernikahan
Senin / 06-07-2026, 21:53 WIB
Didimax Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis, Kumpulkan 115 Kantong Darah
Senin / 06-07-2026, 21:52 WIB
Rekan Radio Big Tigger Gugat Istri Sah atas Tuduhan Selingkuh
Senin / 06-07-2026, 21:52 WIB
Jordan Henderson Alami Cedera Pergelangan Tangan saat Rayakan Kemenangan Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 21:52 WIB
Lil Wayne Umumkan Putus dengan Madi Cannon, Bantah Tunangan
Senin / 06-07-2026, 21:52 WIB
Mantan Bintang NFL Marcellus Wiley Ancam Bunuh Istri, Ditangkap
Senin / 06-07-2026, 21:51 WIB
Pratama Arhan Resmi Bergabung dengan Persija, Susul Shin Tae-yong
Senin / 06-07-2026, 21:51 WIB







