Fasilitas Pendukung Sentra IKM

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, Kemenperin bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur telah membangun berbagai fasilitas pendukung.

>>> Kapal Dilarang Berlayar di Radius 5 Km dari Kawah Gunung Anak Krakatau

Fasilitas tersebut meliputi gedung produksi, gedung pengemasan, gudang, gedung promosi, serta penyediaan mesin dan peralatan produksi.

"Fasilitas yang telah dibangun ini harus menjadi pusat produksi, pusat pembelajaran, pusat promosi, sekaligus pusat kolaborasi bagi para pelaku IKM olahan pangan di Manggarai Timur," ujar Reni.

Menurutnya, optimalisasi sentra harus dimulai dengan pemetaan potensi bahan baku secara menyeluruh, mulai dari lokasi kebun, varietas pisang, musim panen, volume produksi, hingga produktivitas.

Reni juga menekankan pentingnya penguatan kemitraan antara pengelola sentra dengan petani, kelompok tani, koperasi, serta pemasok lokal.

Diversifikasi produk dinilai penting sebagai strategi mitigasi apabila terjadi gangguan pasokan komoditas tertentu.

Dirjen IKMA juga menekankan penguatan kelembagaan pengelola sentra melalui pembentukan organisasi yang jelas, penerapan SOP, sistem pemeliharaan mesin, pencatatan biaya operasional, serta pola kerja sama yang transparan.

"Produk yang dihasilkan juga harus mampu memenuhi kebutuhan pasar dengan memperhatikan aspek mutu, keamanan pangan, kemasan, legalitas usaha, sertifikasi halal, hingga identitas khas Manggarai Timur," tuturnya.

Sentra IKM Olahan Pisang Manggarai Timur juga memperoleh dukungan DAK Nonfisik untuk pelatihan kewirausahaan, teknik produksi, pengembangan produk, sertifikasi mutu, serta peningkatan kemampuan pengelolaan sentra.

Sekretaris Direktorat Jenderal IKMA, Yedi Sabaryadi, menegaskan bahwa keberhasilan sentra IKM tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada sinergi seluruh pemangku kepentingan.

"Sentra IKM harus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola, petani, pelaku usaha, hingga mitra pasar," ujarnya.

Selain Sentra IKM Olahan Pisang, Kabupaten Manggarai Timur juga telah memperoleh dukungan pengembangan Sentra IKM Tenun melalui DAK pada tahun 2016, 2017, dan 2018.

Yedi menilai industri tenun memiliki prospek besar karena menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional dan memiliki peluang pasar yang terus berkembang.

>>> David dan Victoria Beckham Rayakan Anniversary di Tengah Keretakan dengan Brooklyn

"Inovasi bukan berarti meninggalkan tradisi, tetapi justru menjadi cara untuk menjaga agar warisan budaya tetap hidup, diterima generasi muda, dan mampu menembus pasar yang lebih luas," pungkasnya.