Ia menilai komoditas perkebunan Indonesia memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

"Komoditas perkebunan Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pada ajang IFBC 2026, BPDP ingin mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha yang mampu mengolah potensi perkebunan menjadi produk yang inovatif, kompetitif, dan memiliki daya saing di pasar nasional maupun global," tambahnya.

Sejalan dengan semangat IFBC yang membangun ekosistem kewirausahaan dan kemitraan, BPDP juga menghadirkan informasi mengenai pemanfaatan komoditas perkebunan sebagai bahan baku industri kreatif, pangan, kosmetik, hingga berbagai peluang usaha bernilai tambah.

>>> Witan Sulaeman Perpanjang Kontrak di Persija hingga 2029, Ini Alasannya

Melalui partisipasi dalam IFBC 2026, BPDP berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda dan calon wirausaha, memandang sektor perkebunan tidak hanya sebagai penghasil komoditas primer, tetapi juga sebagai sumber inovasi, hilirisasi, dan peluang bisnis yang berkelanjutan.