"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat karena telah mengecewakan mereka akibat peristiwa yang sama sekali tidak dapat diterima ini.

Kami akan segera mempercepat reformasi tata kelola olahraga agar kegagalan seperti ini tidak pernah terulang kembali."

Menurut Lee, pada akhirnya, setiap organisasi membutuhkan tata kelola yang demokratis, sistem pengawasan yang efektif, serta keseimbangan antara kewenangan dan tanggung jawab.

>>> Amran Sebut RI Rugi Rp600 Triliun per Tahun Akibat Manipulasi Data Ekspor Sawit

Dalam pernyataannya, ia menegaskan membangun kepemimpinan yang demokratis di sektor sipil dan menciptakan sistem pengawasan yang objektif merupakan salah satu agenda utama pemerintah saat ini.

Dengan kejadian ini, Lee telah menginstruksikan seluruh organisasi olahraga, termasuk Dewan Olahraga Korea dan Asosiasi Sepak Bola Korea, untuk menggunakan sistem pemilihan langsung dalam menunjuk jajaran pengurusnya.

"Sebagaimana kami mengubah mekanisme pemilihan pengurus Federasi Koperasi Pertanian Nasional (NongHyup) menjadi pemilihan langsung oleh para anggota, saya juga telah menginstruksikan agar organisasi olahraga, termasuk Dewan Olahraga Korea dan Asosiasi Sepak Bola Korea, meninggalkan sistem pemilihan tidak langsung yang hanya melibatkan sejumlah kecil delegasi, dan beralih ke sistem pemilihan langsung yang melibatkan seluruh insan olahraga terkait," kata Lee.

Korea tidak mampu lolos setelah hanya meraih tiga poin dari tiga laga fase grup.

Usai menang 2-1 atas Ceko di laga pertama, Korea kalah dari Meksiko dan Afrika Selatan pada dua laga berikutnya.

Korea juga tak mampu bersaing di peringkat tiga terbaik. Mereka berada di luar zona delapan besar sehingga gagal lolos ke fase gugur.

Sepulang dari Amerika Serikat, Timnas Korsel disambut sorakan dan kekesalan warga yang menunggu kedatangan mereka di bandara.

Pelatih timnas Korsel Hong Myung-Bo langsung menyatakan mundur dari jabatannya setelah gagal membawa skuadnya lolos fase gugur.

Hong Myung-Bo meminta maaf atas kegagalan membawa Korea melangkah jauh di Piala Dunia 2026.

Ia mengakui tugas sebagai pelatih timnas Korea Selatan tidak akan pernah menjadi tugas yang mudah.

>>> Puan Minta Pelatihan Calon Manajer Kopdes Fokus pada Manajerial

"Saya benar-benar meminta maaf pada masyarakat Korea yang mendukung tim ini. Hari ini, saya memutuskan mundur," ujarnya.