Sebuah penelitian dari Departemen Ekologi Global Lembaga Carnegie di Universitas Stanford kembali menjadi sorotan.

Studi tahun 2011 itu mengungkap kasus pertama pendinginan global buatan manusia yang justru dipicu oleh kebengisan seorang raja.

>>> Karni Ilyas Resmi Jadi Komisaris Independen DEWA, Anak Usaha Grup Bakrie

Sosok tersebut adalah Genghis Khan, pendiri dan pemimpin pertama Kekaisaran Mongol yang hidup antara 1162 hingga Agustus 1227.

Ia menghabiskan hidupnya menyatukan suku-suku Mongol dan melancarkan kampanye militer besar-besaran.

Genghis Khan menaklukkan sekitar 20 kerajaan besar dan menjadikan Kekaisaran Mongol sebagai imperium daratan terbesar sepanjang sejarah, menguasai lebih dari 17,6 juta kilometer persegi.

Namun, penaklukan itu menewaskan sedikitnya 40 juta jiwa.

Akibatnya, populasi manusia berkurang drastis dan lahan pertanian terbengkalai. Hutan pun tumbuh kembali dan menyerap karbon dioksida dari atmosfer dalam jumlah besar.

Dampak Invasi Mongol terhadap Iklim

Studi yang dipublikasikan di jurnal The Holocene ini meneliti penggunaan lahan dan karbon dioksida antara tahun 800 dan 1850.

>>> Bulog Buka Gudang ke Mahasiswa UGM, Ungkap Pengelolaan Cadangan Beras

Peneliti utama Julia Pongratz membandingkan empat peristiwa besar yang menyebabkan kematian massal.

Keempat peristiwa itu adalah invasi Mongol (1200-1380), Wabah Hitam di Eropa (1347-1400), penaklukan Amerika (1519-1700), dan jatuhnya Dinasti Ming (1600-1650).

Dari semua itu, hanya invasi Mongol yang memberikan dampak nyata terhadap kadar karbon dioksida global.

Invasi Mongol mengurangi karbon dioksida global kurang dari 0,1 bagian per juta.

Meski kecil, jumlah itu setara dengan penyerapan sekitar 700 juta ton karbon dioksida oleh hutan, atau sama dengan emisi tahunan dari konsumsi bensin di seluruh dunia saat ini.

Menurut Pongratz, kematian 40 juta orang membuat area pertanian luas kembali menjadi hutan lebat yang menyerap karbon. Bumi pun sempat menjadi lebih hijau dan suhu lebih adem.

>>> Deretan Rekor Memalukan Jerman usai Kalah dari Paraguay di Piala Dunia 2026

Para ahli ekologi meyakini ini adalah kasus pertama pendinginan global buatan manusia yang berhasil. Secara satiris, Genghis Khan pun dijuluki sebagai penyerbu paling ramah lingkungan dalam sejarah.