PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengangkat jurnalis senior Karni Ilyas sebagai komisaris independen.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Senin (29/6).

>>> Bulog Buka Gudang ke Mahasiswa UGM, Ungkap Pengelolaan Cadangan Beras

Selain perubahan susunan dewan komisaris dan direksi, RUPST juga menyetujui pembagian dividen tunai perdana sepanjang sejarah perusahaan kontraktor tambang di bawah Grup Bakrie ini.

Para pemegang saham menerima laporan tahunan dan mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2025.

Mereka juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada direksi dan dewan komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.

RUPST memberikan kewenangan kepada dewan komisaris untuk menunjuk akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.

Dividen Tunai Perdana Rp58,6 Miliar

Pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai perdana sebesar Rp58,6 miliar atau setara Rp1,5 per saham.

Nilai tersebut setara sekitar 11,4 persen dari laba inti perseroan pada 2025 sebesar Rp514,5 miliar.

Sepanjang 2025, DEWA membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp4,3 triliun.

Angka itu termasuk pengaruh keuntungan satu kali (one-off item) dari goodwill negatif terkait konsolidasi Gayo Mineral Resources serta kerugian dari penjualan aset dan persediaan nonproduktif.

>>> Deretan Rekor Memalukan Jerman usai Kalah dari Paraguay di Piala Dunia 2026

Perseroan menjadwalkan pembagian dividen tunai final pada 31 Juli 2026.

Direktur DEWA Ricardo Silaen mengatakan pembagian dividen perdana tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para pemegang saham sekaligus mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap prospek bisnis ke depan.